Tingkat Okupansi Hotel di DIY Masih Rendah, PHRI Berharap Intervensi dari Pemerintah

Tingkat Okupansi Hotel di DIY Masih Rendah, PHRI Berharap Intervensi dari Pemerintah

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
istimewa
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingkat hunian atau okupansi hotel di Yogyakarta menjelang fase new normal belum sesuai dengan harapan dari PHRI.

Saat ini tingkat hunian hotel hanya berkisar 25 persen atau hanya naik sebesar 5 persen dibandingkan sebelumnya.

"Peningkatan animo pengunjung masih sedikit sekitar 5 persen saja dari 20 persen menjadi 25 persen dan ini belum merata di semua hotel yang sudah beroperasional kembali," ujar Deddy Pranowo Eriyono, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY kepada TribunJogja.com Kamis (18/6/2020)

Dia menjelaskan hingga saat ini sudah ada 40 hotel di DIY yang mulai beroperasi kembali setelah hampir tiga bulan tutup.

Jumlah itu termasuk hotel bintang maupun non bintang.

KADIN DIY : UMKM Perlu Stimulus untuk Bangkit dari Keterpurukan Akibat Pandemi Virus Corona

Sebelum Terapkan New Normal, Pemkot Yogya Rencanakan Gelar Swab Acak

Selama sepekan terakhir, dari sekitar 40 hotel yang beroperasi kembali, tingkat huniannya hanya mengalami kenaikan sekitar 5 persen saja.

"Karena kondisi seperti ini, harga bintang ke non bintang dan non bintang ke bintang harga biaya operasionalnya juga cukup tinggi di non bintang,"tuturnya.

Selain itu, untuk bertahan di kondisi sekarang ini, strategi yang dilakukan oleh sebagian besar perhotelan di Yogyakarta dengan menawarkan berbagai macam paket menarik untuk meningkatkan animo pengunjung.

"Misalnya kami berikan paket stay dari 2 hari sampai dengan 1 bulan, paket food and beverage, paket akad nikah dan lain-lain. Rata-rata hotel membuat paket tersebut," ucapnya.

Dia mengatakan, untuk sekarang ini kerugian masing-masing hotel juga berbeda-beda.

"Ada 4 kategori kekuatan cash flow yaitu kuat, setengah kuat, pingsan dan hampir mati," ucapnya lagi.

Oleh sebab itu, Deddy berharap adanya intervensi dari pemerintah.

Misalnya dengan mengadakan event-event di hotel serta bisa menerima kunjungan kerja dari beberapa daerah ke Yogyakarta dan bisa bertukar kunjungan kerja tersebut dari Yogyakarta ke luar daerah. (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved