Kota Yogyakarta
Setelah Tutup Tiga Hari, Aktivitas Pasar Kranggan Normal Kembali
Setelah tutup tiga hari sejak Minggu (14/06/2020) lalu, Pasar Kranggan kembali beroperasi dengan protokol baru, Rabu (16/06/2020).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah tutup tiga hari sejak Minggu (14/06) lalu, Pasar Kranggan kembali beroperasi dengan protokol baru, Rabu (16/06/2020).
Aktivitas pasar di Pasar Kranggan berjalan normal setelah penutupan untuk sterilisasi maksimum dan penataan pasar.
Penataan pasar dilakukan dengan petunjuk arus masuk dan keluar pengunjung pasar.
Selain itu, terdapat pula tanda dimana pengunjung boleh berhenti.
• DPRD Kota Yogyakarta Dukung Penutupan Pasar Kranggan, Minta Protokol Kesehatan Diperketat
Protokol baru yang diterapkan di Pasar Kranggan mendapat sambutan baik dari pedagang pasar, salah satunya Sari Yanti (60).
Pedagang sembako merasa aman dan nyaman dengan adanya penerapan physical distancing.
"Ya seneng sekali, pedagang jadi merasa aman dan nyaman selama berjualan, tidak desak-desakan. Jadi kontak dengan pembeli juga terbatas," katanya saat ditemui di Pasar Kranggan, Rabu (17/06/2020).
Warga Sleman tersebut mengaku pasar Kranggan sedikit sepi setelah adanya informasi supplier ikan positif COVID-19.
Namun setelah sterilisasi maksimum dan penataan pasar, pengunjung pasar kembali meningkat.
"Selama pandemi memang ada penurunan (pendapatan). Ada berita supplier ikan positif jadi sepi, tetapi sekarang sudah mulai naik lagi. Mungkin masyarakat takut. Harapannya sterilisasi terus dilakukan, untuk menjamin keamanan pedagang dan pengunjung," ujarnya.
• Pemkot Yogya Tutup Pasar Kranggan Selama Tiga Hari, Ini Alasannya
Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Pasar Kranggan, Sungkana. Ia mengatakan pengunjung pasar memang mengalami penurunan.
Namun ketakutan pengunjung tersebut hilang setelah sterilisasi maksimum.
"Hari ini semua pedagang kembali berjualan. Aktivitas pasar juga berjalan normal lagi. Tadi pagi sudah mulai ramai (pengunjung),"ujarnya.
Pihaknya pun memastikan protokol kesehatan di Pasar Kranggan dipatuhi oleh pedagang dan pengunjung.
Ada petugas kemananan yang memastikan pengunjung dan pembeli memakai masker dan mencuci tangan.
"Ada petugas keamanan di pintu masuk, dan ada yang berkeliling. Petugas pasti mengingatkan untuk cuci tangan dulu. Yang tidak pakai masker juga diingatkan, saat ini masih ada masker, jadi kami berikan bagi yang tidak pakai," terangnya.
Hingga saat ini, tercatat ada 862 pedagang di Pasar Kranggan, yang terbagi menjadi tiga kategori, los sebanyak 557 pedagang, kios sebanyak 128, dan lapak sebanyak 177 pedagang.
• Cegah Penularan Virus Corona, Pasar Kranggan Disemprot Disinfektan
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengimbau pengunjung dan pedagang untuk mematuhi protokol yang telah disiapkan.
Tujuan protokol tersebut adalah melindungi masyarakat dari paparan COVID-19, sehingga masyarakat aman dan nyaman saat beraktivitas di pasar.
"Hari ini aktivitas di Pasar Kranggan sudah kembali normal. Kami juga sudah lakukan penataan, dengan membatasi alur, dan menyediakan tempat cuci tangan. Jadi masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan. Ini kan juga untuk masyarakat," imbaunya.
Selain Pasar Kranggan, pihaknya juga telah melakukan penataan di Pasar Beringharjo.
Nantinya seluruh pasar di Kota Yogyakarta juga akan ditata dengan protokol kesehatan, namun penataan tersebut disesuaikan dengan kondisi pasar.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aktivitas-di-pasar-kranggan-normal-kembali-setelah-ditutup-tiga-hari.jpg)