DPRD Kota Yogyakarta Dukung Penutupan Pasar Kranggan, Minta Protokol Kesehatan Diperketat
DPRD Kota Yogyakarta Dukung Penutupan Pasar Kranggan, Minta Protokol Kesehatan Diperketat
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho mendukung penutupan Pasar Kranggan.
Menurut dia, langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, dalam hal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta tepat.
"Saya mendukung penutupan pasar Kranggan, karena selama tiga hari tutup bisa dilakukan sterilisasi maksimum,"katanya, Minggu (14/06/2020).
Ia meminta agar selama tiga hari Disperindag Kota Yogyakarta melakukan pembersihan dan penataan ulang pasar. Penataan tersebut agar pengunjung tidak berdesakan, sehingga mengurangi kontak fisik.
Anggota fraksi PKS tersebut juga meminta Disperindag Kota Yogyakarta memperketat protokol pencegahan COVID-19 di pasar tradisional, termasuk Pasar Kranggan.
• Pemkot Yogya Tutup Pasar Kranggan Selama Tiga Hari, Ini Alasannya
• Cegah Penularan Virus Corona, Pasar Kranggan Disemprot Disinfektan
"Standar protokol harus diperketat, pengunjung dan pedagang harus pakai masker, cuci tangan. Penataan juga diperlukan, agar tidak berdesakan, sehingga protokol physical distancing bisa diterapkan,"ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar supplier dari luar Kota Yogyakarta harus memiliki surat keterangan sehat dari puskemas.
Hal itu untuk memastikan, supplier sehat dan meminimalisir penularan COVID-19 di pasar tradisional. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemkot-yogya-tutup-pasar-kranggan-selama-tiga-hari-ini-alasannya.jpg)