Bantul

Wakil Rakyat Pertanyakan Pengalihan Anggaran Padat Karya di Bantul

Padahal, padat karya menurutnya dapat menjadi program untuk membuka lapangan kerja bagi warga desa yang kesulitan ekonomi akibat pandemi coronavirus d

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Anggota komisi D DPRD Bantul, Supriyono mempertanyakan mengapa Pemerintah Kabupaten Bantul merefocusing pos anggaran padat karya.

Padahal, padat karya menurutnya dapat menjadi program untuk membuka lapangan kerja bagi warga desa yang kesulitan ekonomi akibat pandemi coronavirus disease atau Covid-19.

Ia meminta Bupati Bantul Suharsono tanggap dengan kondisi Bantul saat ini.

Angka kemiskinan semakin meningkat, akibat dampak ekonomi yang terputus. Pengangguran semakin banyak. Sementara para pedagang kehabisan modal karena dagangan belum laku.

Kebijakan mengalihkan anggaran padat karya, dinilainya kurang tepat.

"Semestinya Bupati bisa tinjau ulang, agar bisa mengubah suasana yang sudah seperti ini," ucap Supriyono, Rabu (27/5/2020).

Dana Padat Karya di Bantul Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan, program padat karya sebelumnya sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

Rencananya, program dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu akan mulai dilaksanakan pada Juni mendatang.

Baik pengerjaan conblok maupun irigasi.

Namun demikian anggaran justru dipangkas dan dialihkan.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved