Ramadhan 2020

Filosofi Ketupat dan Opor Ayam yang Selalu Ada Saat Lebaran di Indonesia

Perayaan Hari Raya Lebaran terasa kurang lengkap bila tidak ada sepiring ketupat.

cookpad
Sebagai hari yang istimewa, banyak masakan istimewa yang disajikan, salah satu yang wajib ada yakni ketupat dan opor ayam. Ini fakta menariknya! 

TRIBUNJOGJA.COM - Perayaan Hari Raya Lebaran terasa kurang lengkap bila tidak ada sepiring ketupat.

Ketupat bisa dikatakan sudah melekat dengan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.

Di balik kesederhanaan ketupat pada perayaan Lebaran, terkandung makna filosofi yang begitu indah di dalamnya.

Ketupat menjadi pengingat makna dari Hari Raya Idul Fitri bagi yang menyantapnya.

Sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung Fadly Rahman menjelaskan bahwa menurut cerita rakyat, ketupat berasal dari masa hidup Sunan Kalijaga, tepatnya masa syiar Islamnya pada abad ke-15 hingga ke-16.

Jelang Lebaran, Syahrini Jual Mukena Seharga Rp5 Juta, Apa Istimewanya?

"Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya sekaligus filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai ke-Islaman," Fadly Rahman yang juga menulis buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, mengutip berita Kompas.com, Sabtu (24/6/2017).

Ketupat
Ketupat (Sajian Sedap)

Menurut Fadly Rahman, ketupat mewakili dua simbolisasi yakni ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan, dan laku papat atau empat laku yang juga tercermin dari wujud empat sisi dari ketupat.

Empat laku atau sisi dari ketupat bukan hanya karena bentuknya segi empat saja, tapi ada empat makna di baliknya.

Empat laku ketupat

1. Lebaran (kata dasar lebar) berarti pintu ampun yang dibuka lebar terhadap kesalahan orang lain.

Menjelang Lebaran, Disdagin Kulon Progo Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar-pasar

Halaman
1234
Editor: Joko Widiyarso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved