Sudah Tutup 14 Hari, Pemkab Sleman Belum Berencana Buka Kembali Indogrosir

Pemkab Sleman sebelumnya menutup Indogrosir setelah adanya kasus seorang karyawan terkonfirmasi positif covid-19.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
kompastv
Klaster Indogrosir 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pusat perbelanjaan Indogrosir di Mlati Sleman sudah tutup selama lebih kurang 14 hari alias dua pekan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman masih belum berencana untuk membuka kembali pusat perbelanjaan tersebut.

Seperti diketahui, Pemkab Sleman sebelumnya menutup Indogrosir setelah adanya kasus seorang karyawan terkonfirmasi positif covid-19.

Bahkan selanjutnya, Indogrosir kini menjadi salah satu klaster penularan virus corona terbesar di wilayah DIY.

Hari Pertama Rapid Test Massal Tahap Kedua bagi Pengunjung Indogrosir di Sleman, Berikut Hasilnya

Hasil Rapid Test Massal Pengunjung Indogrosir di Sleman, Total Ada 52 Orang Dinyatakan Reaktif

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan bahwa kebijakan untuk tidak membuka dulu Indogrosir dikarenakan Pemkab Sleman masih berupaya melakukan tracing dan rapid test untuk penanganan klaster Indogrosir.

"Kami tuntaskan penanganan di klaster ini dulu. Kami berharap semua serius dalam menangani ini. Jangan setengah-setengah," terang Sri Purnomo.

Meski demikian, ia tak melarang jika Indogrosir melakukan transaksi secara online tanpa membuka toko, serta memanfaatkan jasa pengiriman barang.

"Kita nomer satukan kesehatan. Jangan sampai ini belum selesai tapi malah timbul klaster baru," tegasnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo
Bupati Sleman, Sri Purnomo (TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio)

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menjelaskan bahwa dalam seminggu terakhir tren penambahan kasus positif, sebagian besar memang berasal dari klaster Indogrosir.

Meski juga ada satu dua penambahan kasus positif dari luar Indogrosir, misalnya dari jamaah tabligh, atau yang tidak berhubungan dengan klaster manapun.

Klaster Indogrosir Sleman Sudah Masuk G3 Virus Corona, Ini Penjelasannya

Pemkab Sleman Akan Jemput Bola Bagi Pengunjung Indogrosir yang Reaktif Setelah Rapid Test

Joko juga menjelaskan bahwa pihaknya berencana melakukan rapid test massal di luar klaster indogrosir setelah libur Lebaran.

"Kami ada rencana kerjasama dengan UGM, menyasar kasus-kasus positif bukan hanya yang di pusat perbelanjaan. Tapi juga telusur ke kampung-kampung. Kami akan perbanyak rapid test," ujarnya.

Rapid Test Tahap Kedua

Pemkab Sleman telah melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) massal tahap dua hari kedua, pada Rabu (20/5/2020).

Rapid test massal ini dikhususkan bagi pengunjung Indogrosir yang ber-KTP sebagai Sleman.

Peserta rapid test ini adalah yang sudah melakukan RDT tahap satu minggu kemarin, dan memiliki hasil non reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi, menjelaskan bahwa secara umum Rapid test berjalan lancar.

"Pelaksanaan rapid test kali ini diikuti 362 orang dan hasilnya enam orang reaktif. Bagi yang reaktif akan difasilitasi petugas puskesmas yang mewilayahi, untuk diantar ke pusat karantina kesehatan asrama haji," ujarnya.

Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua
Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua (Dok Humas Pemkab Sleman)

Ia juga mengungkapkan dari data terbaru, total penghuni Asrama Haji berjumlah 70 orang di mana kesemuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG).

70 orang itu telah dilakukan swab dan yang sudah keluar hasilnya dan dinyatakan negatif berjumlah 23 orang.

"Dua orang dinyatakan positif dan dirujuk rawat inap di RSUD Prambanan," paparnya.

Periksa 16.626 Kendaraan, Dirlantas Polda DIY Perketat Penjagaan Jelang Idulfitri

Pemda DIY Masih Bahas Kepulangan 10 Tersisa WNA Asal India Bersama Kemenlu

Sementara Bambang Suharjana, dari Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menjelaskan bagi mereka yang reaktif telah dilakukan tes PCR dengan swab di asrama haji.

RDT tahap kedua sendiri diadakan selama tiga hari, yaitu Selasa (19/5/2020), Rabu (20/5/2020), dan kemudian dilanjutkan lagi minggu depan pada hari Rabu (27/5/2020).

"Terdapat jeda ke hari ketiga dikarenakan tanggal merah, sehingga teman-teman para petugas agar dapat beristirahat juga,” jelas Bambang.

(Tribunjogja.com/ Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved