Dakwah Transformatif LDNU DIY di Masa Pandemi Covid-19

Hal ini telah berimbas tidak hanya dalam bidang ekonomi dan moneter, tetapi juga aspek keagamaan, termasuk model dan gaya dakwah.

Editor: ribut raharjo
zoom-inlihat foto Dakwah Transformatif LDNU DIY di Masa Pandemi Covid-19
Istimewa
LDNU DIY

Kedua, Konsultasi Psikologi dan psikoterapi Islam, diantara nara sumber online-nya adalah Dr. Hj. Siti Rohmah, Msi. (dosen UNY), Dr. Kartika Nur Fathiyyah, Msi. (Dosen UNY), ust. Tajul Muluk, M.Ag. (Dosen Pesantren UII), Agustiningsih, S. Kep., NS (Ahli keperawatan jiwa), Ali Mustaqim, M.Pd. (Dosen IIQ An Nur dan lainnya. Ketiga, Konsultas ruqyah Aswaja diantaranya nara sumbernya adalah Kyai Nur Ali, SH.(Ketua Jam’iyyah Ruqyah Aswaja DIY), Dr. Abbas Ade Supriyadi, Msi., Kyai Ali Mustofa, Ust. Slamet Riyadi dan Tim Ruqyah Aswaja LDNU DIY. Masyarakat bisa konsultasi masalah ruqyah dan bisa minta diruqyah kepada tim Ruqyah JRA LDNU DIY secara online.

Lebih lanjut Kang Ihsan mengatakan, “Harapanya, LDNU DIY mampu mengisi konten-konten dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin. Yakni dakwah bil hikmah yang menyejukkan, ramah, inklusif dan toleran dan mampu mengikis sikap eksklusif dan intoleran.

“Akhir-akhir ini kita mendapati sebagian orang yang merasa benar sendiri lewat klaim kebenaran (truth claim), bahkan tak jarang muncul pengkafiran dan pembid’ahan kepada orang di luar kelompok atau organisasinya,” ungkapnya.

Menurutnya, diantara prinsip dakwah Ahlu Sunnah wal Jamaah an-Nahdhiyyah yang dipedomani oleh LDNU DIY adalah prinsip at-tawasuth (moderat), at-tasawuh (toleransi dalam perbedaan), i’tidal (adil, obyektif), bil hikmah (penuh kebijaksanaan), mengedepankan kemaslahatan, menjaga ukhuwah Islamiyyah dan tidak membid’ahkan atau mengkafirkan sesama Muslim.

Hal ini sesuai dengan perkataan imam Abu Hamid Al-Ghozali, la nukaffiru ahadan min ahlil qiblat (kami tidak akan mengkafirkan seseorang pun dari ahli kiblat (sholat).

“Mari kita berdoa dan bermunajat kepada Allah, semoga pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan dunia ini segera berakhir sehingga masyarakat bisa hidup normnal kembali, termasuk bisa berkumpul untuk ngaji dan berjamaah,” tandasnya. (rls)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved