Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19, Suku Adat Satere-Mawe Amazon Brasil Gunakan Ramuan Leluhur

Masyarakat adat Satere-Mawe menyiapkan ramuan obat untuk mengobati orang dengan gejala COVID-19 di komunitas Wakiru, di lingkungan Taruma,

Ricardo OLIVEIRA / AFP
Masyarakat adat Satere-Mawe menyiapkan ramuan obat untuk mengobati orang dengan gejala COVID-19 di komunitas Wakiru, di lingkungan Taruma, daerah pedesaan di sebelah barat Manaus, Negara Bagian Amazonas, Brasil, pada 17 Mei 2020 

TRIBUNJOGJA.COM BRASIL - Brasil kini jadi negara yang menjadi sorotan karena angka pasien COVID-19 melejit dibandingkan negara lain.

Brasil kini berada diperingkat keempat dengan jumlah kasus positif sebanyak 254,220, angka itu di bawah Amerika Serikat 1,549,239, Rusia 290,678 dan Spanyol 278,188 kasus.

Bahkan Manaus, kota terbesar Amazon, Brasil harus menggali kuburan massal karena kewalahan mengatasi kematian akibat Covid-19.

Keterangan foto yang dilaporkan AFP menyebutkan, karena pemerintah tak mampu membantu mengurangi angka kematian, masyarakat adat setempat menggunakan obat herbal untuk coba mengatasi.

Masyarakat adat Satere-Mawe menyiapkan ramuan obat untuk mengobati orang dengan gejala COVID-19 di komunitas Wakiru, di lingkungan Taruma, daerah pedesaan di sebelah barat Manaus, Negara Bagian Amazon, Brasil.

Menurut pemimpin adat Satere-Mawe, Andre Satere, sebelas orang di komunitas mereka menunjukkan gejala COVID-19.

Pemerintah daerah dan negara bagian dipanggil untuk membantu tetapi tidak berhasil.

Dengan sistem kesehatan negara bagian Amazon yang tak memuaskan, masyarakat adat beralih ke pengetahuan pengobatan leluhur untuk tetap sehat dan mengobati kemungkinan gejala virus corona baru.

Pemimpin adat Satere-Mawe, Andre Satere, 38, mengatakan, mereka mengumpulkan tumbuhan obat seperti carapanauba, caferana dan saratudo, semua tanaman asli hutan hujan Amazon, untuk mengobati orang yang menunjukkan gejala coronavirus.

Pemimpin adat Satere-Mawe, Andre Satere, 38, mengumpulkan tumbuhan obat seperti carapanauba, caferana dan saratudo, semua tanaman asli hutan hujan Amazon, untuk mengobati orang yang menunjukkan gejala coronavirus novel COVID-19
Pemimpin adat Satere-Mawe, Andre Satere, 38, mengumpulkan tumbuhan obat seperti carapanauba, caferana dan saratudo, semua tanaman asli hutan hujan Amazon, untuk mengobati orang yang menunjukkan gejala coronavirus novel COVID-19 (Ricardo OLIVEIRA / AFP)

Restoran di Amsterdam Pakai Jurus Ini Agar Usaha Tetap Buka Meski Dilanda Wabah Virus Corona

Seperti diketahui, Manaus, kota terbesar Amazon, Brasil harus menggali kuburan massal karena kewalahan mengatasi kematian akibat Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved