Breaking News:

Wabah Corona

IDI DIY: Penggunaan Masker Kunci Setop Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY menyatakan, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah merupakan kunci utama dalam percepatan penangg

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Ketua IDI Yogyakarta, Joko Murdiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (16/5/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY menyatakan, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah merupakan kunci utama dalam percepatan penanggulangan Covid-19.

Saat ini, masyarakat di wilayah DIY dinilai masih belum mematuhi dan kerap abai terhadap anjuran penggunaan masker, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif.

"Setiap orang siapa pun itu mesti mematuhi PHBS, jaga jarak, berjemur, dan rajin mencuci tangan," kata Ketua IDI Yogyakarta, Joko Murdiyanto Sabtu (16/5/2020).

Joko mengatakan ada beberapa negara yang dinilai sukses dalam penanganan Covid-19 dan masyarakat secara disiplin menaati imbauan dari pemerintah untuk pencegahan penyebaran.

Pasien Covid-19 dan Keluarganya Bukan Aib, Jangan Dikucilkan

"Ada dua negara ya yang sukses dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Taiwan dan kalau tidak salah Hongaria, itu angkanya kecil, kenapa? Karena semua masyarakatnya patuh dan disiplin menggunakan masker saat keluar rumah," urai Joko.

Gerakan maskerisasi (penggunaan masker) dinilai ampuh dalam mencegah penyebaran Covid-19. Pemda DIY disebut mesti mengikuti langkah itu guna mencegah penyebaran kian meluas.

"Semua orang tanpa kecuali mesti menggunakan masker, karena penularannya kan dari hidung dan mulut itu sudah bisa mengurangi dan terbukti di negara itu," sebut Joko.

Masyarakat, kata Joko mesti sadar akan pentingnya penggunaan masker.

Di lain hal, Indonesia juga telah menyatakan bahwa terdapat orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 yang tidak menunjukkan ciri-ciri tertular virus itu, sehingga langkah antisipasi mesti dilakukan secara ketat.

"Maaf ya ini, jangankan diberi sanksi sama yang tidak menggunakan masker, diberikan masker dan diminta untuk menggunakan saja kadang ada yang mengamuk. Jadi mohon memang kesadaran masyarakat untuk kebersamaan bisa dijaga, jangan justru diingatkan ada yang ngamuk dan nantang. Ini kan repot," kata dia.

Lima PDP Covid-19 Meninggal di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Ini Tanggapan Ketua IDI DIY

Ditambah lagi, WHO telah merilis pernyataan bahwa Covid-19 tidak bakal hilang. Sehingga, penggunaaan masker mesti terus dilakukan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

"Kita bisa lihat kan klaster terakhir di DIY itu dari Indogrosir, itu OTG. Jadi yang berumur 45 tahun ke bawah itu sangat potensial menjadi OTG, jadi tolong hindari bersentuhan langsung dengan orang lain, sehingga penggunaan masker ini sangat efektif untuk menekan angka penyebaran," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved