Update Corona di DI Yogyakarta
Ahli Epidemiologi UGM Sebut PSBB Bukan Cara Terbaik
Kajian dari sisi epidemiologi mengenai kebijakan pemerintah pusat yang mulai berlakukan kelonggaran memang sangat diperlukan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arah kebijakan pemerintah yang mulai memberikan kelonggaran di berbagai sektor, seperti pemberlakuan moda transportasi, menyalurkan kembali pekerja yang dirumahkan dengan kriteria khusus usia di bawah 45 tahun menjadi perbincangan memanas akhir-akhir ini.
Kesalahan memberikan informasi dari kanal media pun menjadi persoalan baru bagi pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah.
Hal itu diakui ahli Epidemiologi UGM, dr Riris Andono Ahmad MPH, Ph.D.
Ia mengatakan, kajian dari sisi epidemiologi mengenai kebijakan pemerintah pusat yang mulai berlakukan kelonggaran memang sangat diperlukan.
• Penjelasan Ahli Epidemiologi UGM Terkait Vaksin Covid-19 Bisa disebar di 2021
Menurutnya, herd immunity adalah kenicayaan yang tak bisa dihindarkan oleh masyarakat.
Yang menjadi persoalan saat ini, selama vaksin Covid-19 tersebut belum bisa ditemukan masyarakat harus tetap berdampingan dengan Covid-19.
Yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah saat ini, lanjut ia, bagaimana caranya tetap berlakukan sosial distancing di sektor ekonomi namun juga tetap menekan laju penyebaran covid-19.
"Kalau vaksin kan jelas belum ada. Tugasnya sekarang ya bagaimana mendapat kekebalan tubuh secara alami, namun proses tersebut tidak menimbulkan korban yang banyak," katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (12/5/2020).
Sejauh ini, social distancing menjadi satu-satunya cara untuk mencapai herd immunity namun tetap memperkecil angka kematian korban.
Akan tetapi, dampak lain muncul, diantaranya keberlangsungan roda ekonomi terganggu.
Sementara herd immunity sendiri hanya bisa dicapai dengan seberapa kuat masyarakat bisa bertahan dengan virus.
Hal ini menjadi persoalan bagi kalangan lansia yang diakuinya memiliki kekebalan tubuh rendah, dan rentan terpapar sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai herd immunity nya lebih rendah.
• COVID-19 di Yogya : Jumlah yang Sembuh Nyaris 9 Kali Lipat Lebih Banyak dari yang Meninggal
Namun, pria yang akrab di sapa Doni ini menyebut, pemerintah tidak sedang mengorbankan masyarakat usia lanjut dalam kebijakan yang diambil berupa arahan untuk tetap bekerja bagi usia di bawah 45 tahun.
Ia menganggap justru saat ini pemerintah sedang memberikan solusi, bagaimana supaya mereka para lansia bisa tetap terlindungi untuk tetap stay di rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ahli-epidemiologi-ugm-sebut-psbb-bukan-cara-terbaik-herd-immunity-sebuah-keniscayaan.jpg)