Internasional
Pemerintah AS Batasi Ruang Gerak Jurnalis Asal China di Amerika
Langkah baru ini diambil menurut DHS sebagai tanggapan atas perlakuan Beijing terhadap koresponden atau wartawan media Amerika.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
Penulis mengklaim pemerintah China "berusaha menyembunyikan skala sebenarnya" dari wabah coronavirus.
Mereka (China) terus berjuang untuk mengendalikan epidemi dan mulai menggerakkan roda ekonomi mereka.
Beijing mengklaim frasa "orang sakit" atau “sick man” adalah ungkapan rasis yang digunakan barat pada akhir 1800-an untuk meremehkan Tiongkok.
Saat itu pemerintahan kolonial barat menguasai Tiongkok selama era itu.
• Kasus Positif Virus Corona di Amerika Serikat Bisa Ditekan Jika Sejak Awal Lockdown
"Mereka menggunakan gelar diskriminatif rasial seperti itu, memicu kemarahan dan kecaman di antara orang-orang China dan komunitas internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang.
Ia menambahkan WSJ sejauh ini hanya menangkis dan mengelakkan tanggung jawab atas isi tulisan di media mereka.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengutuk pengusiran itu, menyatakan negara-negara harus dewasa dan bertanggung jawab memahami pers bebas melaporkan fakta dan mengungkapkan pendapat.
Menurutnya tanggapan yang benar adalah menghadirkan argumen-argumen balasan, bukan membatasi ucapan.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Ullyot, menambahkan atas peristiwa itu, AS mempertimbangkan serangkaian tanggapan terhadap tindakan yang menurutnya mengerikan ini.
Namun secara urutan, keputusan Beijing mencabut kredensial tiga jurnalis WSJ datang sehari setelah Washington memperketat peraturannya tentang operasi media negara China di AS.
• Kisah Mengharukan di Tengah Covid-19, Irlandia Balas Kebaikan Suku Indian Amerika
Ini membuat banyak kalangan menilai apa yang dilakukan China adalah tindakan balasan atas keputusan pemerintah AS itu.
Pada 18 Februari, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan lima outlet media China, Xinhua, Jaringan Televisi Global China (CGTN), Radio Internasional China, China Daily, dan Hai Tian Development USA, akan diposisikan sebagai bagian pemerintah asing.
Konsekuensinya, anggota staf mereka akan diminta untuk mendaftar ke Departemen Luar Negeri AS sebagai karyawan misi asing.
Lima entitas ini semuanya memenuhi definisi misi asing di bawah Undang-Undang Misi Asing, yang menyebutkan [...] mereka secara efektif dikendalikan pemerintah China.
Informasi ini diwartakan South China Morning Post (SCMP), media besar yang berbasis di Hongkong, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan. (Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemerintah-as-batasi-ruang-gerak-jurnalis-asal-china-di-amerika.jpg)