Internasional
Pemerintah AS Batasi Ruang Gerak Jurnalis Asal China di Amerika
Langkah baru ini diambil menurut DHS sebagai tanggapan atas perlakuan Beijing terhadap koresponden atau wartawan media Amerika.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) telah memperketat pedoman visa bagi jurnalis China.
Langkah baru ini diambil menurut DHS sebagai tanggapan atas perlakuan Beijing terhadap koresponden atau wartawan media Amerika.
Menurut DHS, pedoman baru ini tidak akan berlaku untuk jurnalis dengan paspor dari dua wilayah semi-otonom Hong Kong dan Makau.
Demikian dikutip dari Sputniknews, Sabtu (9/5/2020).
• Pelayan Pribadi Donald Trump Positif Covid-19, Bagaimana dengan Presiden Amerika Serikat Itu?
Pada akhir Februari 2020, China mengusir tiga koresponden Wall Street Journal WSJ), menyusul publikasi opini di surat kabar itu yang dikecam Beijing menyebarkan rasisme.
Tiga koresponden WSJ itu terdiri dua warga AS, satunya lagi warga Australia.
Namun keputusan China ini memiliki sebab kumulatif dari rangkaian peristiwa sebelumnya.
Regulasi yang diperbarui DHS, mulai berlaku Senin (11/5/2020), mengacu pada apa yang DHS gambarkan sebagai penindasan jurnalisme independen Tiongkok.
Pedoman yang diperbarui secara khusus menetapkan visa bagi jurnalis China hanya berlaku 90 hari, dan ada opsi perpanjangan.
Reuters mengutip seorang pejabat senior DHS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan aturan baru itu diharapkan dapat membantu departemen meninjau aplikasi visa dari wartawan China lebih sering.
Aturan itu juga diharapkan memangkas jumlah jurnalis dari China di AS.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 9 Mei 2020, Bertambah 3 Kasus Positif Baru
"Ini akan menciptakan perlindungan keamanan nasional yang lebih besar," kata pejabat yang enggan disebut namanya.
Langkah yang dilakukan oleh DHS terjadi setelah pemerintah China dua bulan lalu mengumumkan mencabut kredensial pers tiga wartawan Wall Street Journal.
Da orang warga Amerika dan seorang Australia, karena surat kabar tersebut menerbitkan sebuah opini yang berjudul “China Adalah Nyata-nyata Orang Sakit di Asia”
Editorial kontroversial, yang ditulis Walter Russell Mead diterbitkan pada 3 Februari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemerintah-as-batasi-ruang-gerak-jurnalis-asal-china-di-amerika.jpg)