Update Corona di DI Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Lebih Selektif, Tidak Semua Warga Bisa Jalani Rapid Test
Rapid test tersebut diperuntukan bagi warga Kota Yogyakarta yang menjalin kontak erat dengan pasien positif COVID-19 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo, menerangkan pihaknya harus selektif dalam menentukan sasaran rapid test.
Pihaknya tidak bisa sembarangan melakukan rapid test, sebelum melakukan tarcing.
"Kita tidak boleh sembarang. Kita tracing dulu, dia ada kontak atau tidak, ketemu dimana, dan lainnya. Kita kan punya alurnya. Kalau misal dia kontak erat, bisa dilakukan rapid test. Jika reaktif, langsung kita swab, kemudian isolasi. Semua ada alurnya,"terangnya.
• Pemkab Sleman Siap Lakukan Tes Cepat Massal Pengunjung Supermarket
• Kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta Mengalami Lonjakan
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga terus berkoordinasi dengan kabupaten lain, seperti Sleman dan Bantul.
Hal itu untuk mewaspadai penularan COVID-19 melalui klaster-klaster tertentu yang telah berkembang di kabupaten lain.
"Kita koordinasi terus, misalnya kemarin ada klaster jamaah, kita lakukan tracing juga di kota. Ada atau tidak warga Kota Yogyakarta yang ikut. Kita koordinasikan terus,"tambahnya. (*)