Bantul
Penerima Kartu Sembako di Bantul Tak Bisa Cairkan Bantuan
Warga Dusun Gokerten tidak bisa mencairkan bantuan dari Kartu Sembako lantaran saldo yang diterima di dalam rekening tidak sampai Rp 200 ribu.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Siang itu, ia akhirnya pulang tanpa membawa bantuan apa-apa.
Perempuan yang setiap hari bekerja sebagai buruh tani itu hanya bisa pasrah.
Selama ini, Ia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah.
Program Keluarga Harapan (PKH) tidak dapat, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga tidak dapat.
Bantuan satu-satunya yang akan didapatkan dirinya adalah Kartu Sembako.
Tetapi nyatanya justru tidak bisa dicairkan.
"Saya tidak dapat bantuan apa-apa. Cuma dapat bantuan ini, ternyata tidak bisa," ujar dia sembari tangannya menunjukkan kertas bantuan Kartu Sembako.
Saat ini, dirinya mengaku sangat membutuhkan bantuan tersebut.
• Bank BPD DIY Serahkan Paket Sembako pada Kelompok Pemulung Mardiko TPST Piyungan
Sebab itu, dibantu oleh agen, dirinya mengaku sudah menghubungi petugas pendamping Kecamatan, mengenai masalah yang dihadapi.
Harapannya bantuan agar bisa segera dicairkan.
"Saya disuruh nunggu sampai 10 Mei. Katanya, mau dicairkan dobel, sekalian penyaluran bantuan bulan ini," terangnya.
Program Kartu Sembako merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat bagi warga terdampak pandemi.
Di Kabupaten Bantul, jumlah penerima manfaat ada 20.469 Keluarga.
Bantuan yang dicairkan dalam bentuk sembako itu disalurkan selama sembilan bulan.
Dimulai dari April sampai Desember 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penerima-kartu-sembako-di-bantul-tak-bisa-cairkan-bantuan.jpg)