Bantul

Merasa Pasir di Daerahnya Dicuri dengan Mesin Sedot, Warga Dusun Babakan Bantul Gelar Unjuk Rasa

Masyarakat Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul menggelar unjuk rasa, sebagai tindak lanjut dugaan pencurian pasir.

istimewa
Suasana unjuk rasa warga Dusun Babakan Bantul, Senin (4/5/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Masyarakat Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul menggelar unjuk rasa, sebagai tindak lanjut dugaan pencurian pasir, oleh sebuah perusahaan yang menggunakan mesin sedot di daerahnya.

Ketua Paguyuban Penambang Pasir Tradisional Dusun Babakan, Yunarto mengatakan, pencurian pasir yang terjadi di Sungai Progo tersebut dilakukan perusahaan yang sejatinya hanya memiliki izin penambangan di Kulon Progo, atau di sisi barat sungai saja.

Akan tetapi, lanjutnya, karena kondisi pasir telah habis, maka penambangan dilanjutkan hingga Babakan, yang sudah masuk wilayah Bantul.

Alhasil, tindakan tersebut secara gamblang mengancam mata pencaharian para penambang pasir tradisional sepertinya.

Tempat Wisata di Bantul Jadi Lokasi Karantina Bagi Warga Terdampak Covid-19

"Pasirnya sudah habis, tinggal tanah di bagian atas. Sementara itu, ada aliran Sungai Progo yang deras ya, sehingga lahan pertanian juga terkana dampaknya, karena sewaktu-waktu bisa amblas diterjang air," katanya, Senin (4/4/2020) siang.

Menurutnya, dengan kekuatan 16 mesin sedot, dalam satu hari perusahaan tersebut bisa mendapat 80 truk  pasir, yang dihargai sekira Rp 800 ribu setiap truknya.

Sehingga, penambangan yang sudah terjadi dalam dua pekan ini, sangat merugikan pihaknya. 

"Kerugian warga bisa mencapai Rp 896 juta. Ironisnya, saat mewabahnya Covid-19 ini, banyak warga Dusun Babakan yang menganggur. Sudah begitu, pasirnya malah dicuri, jadi ya pasti berontak," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Babakan, Agus Sriyono mengungkapkan, warga maupun paguyuban sejatinya tak menggubris penambangan dengan mesin sedot itu, selama dilakukan di Kulon Progo.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 4 Mei 2020, Nihil Tambahan Kasus Positif, 1 Pasien Sembuh

Namun, masalahnya, aksi tersebut sudah menjamah daerahnya.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved