Bantul

Tempat Wisata di Bantul Jadi Lokasi Karantina Bagi Warga Terdampak Covid-19

Kedua belah pihak melakukan kerjasama dibidang sosial kemanusiaan yaitu menjadikan Watu Lumbung sebagai tempat karantina sementara, bagi warga terdamp

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Pendiri Kampung Edukasi Watu Lumbung Muhammad Boy Rifa'i dan Direktur Yayasan Karinakas Romo Martinus Sutomo PR menandatangani perjanjian kesepakatan, Watu Lumbung dijadikan tempat Karantina 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pendiri Kampung Edukasi Watu Lumbung di Kabupaten Bantul menandatangani perjanjian kerjasama dengan Karinakas, sebuah Yayasan dibawah Keuskupan Agung Semarang.

Kedua belah pihak melakukan kerjasama dibidang sosial kemanusiaan yaitu menjadikan Watu Lumbung sebagai tempat karantina sementara, bagi warga terdampak Corona Virus Disease (Covid-19).

Pendiri Kampung Edukasi Watu Lumbung, Muhammad Boy Rifa'i mengatakan, kerjasama yang dibangun antara dirinya dengan Karinakas semata-mata demi kemanusiaan.

Tidak berbicara tentang agama maupun strata sosial.

Pihaknya mengaku peduli terhadap banyaknya tenaga kesehatan maupun warga yang distigmatisasi atau dikucilkan karena dampak pandemi.

Napi Asimilasi Akan Dikembalikan ke Rutan Jika Kembali Berulah

Oleh karena itu, "di sini (watu Lumbung) akan dijadikan sarana kemanusiaan. Tempat bagi mereka untuk menjalani karantina," kata Muhammad Boy Rifa'i, saat menandatangani perjanjian kerjasama dengan Karinakas, Jumat (01/5/2020).

Mbah Boy--sapaannya, mengatakan, dalam upaya mencegah penularan virus Corona, sesuai aturan dari pemerintah, semua tempat wisata di Bantul diharuskan tutup.

Ia mengaku sudah mematuhi aturan tersebut.

Semua tamu-tamu yang enam bulan sebelumnya sudah konfirmasi akan datang ke Watu Lumbung di-cancel.

Daripada dibiarkan tutup dan tidak digunakan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved