Bisnis
Memasuki Ramadan Penjual Hantaran dan Suvenir Pernikahan Alami Penurunan Pembeli
Penurunan minat pembeli pada produksi seserahan milik Yon, juga terpengaruh akibat wabah Corona yang terus meluas.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki bulan Ramadan biasanya momen bagi pelaku usaha pembuat hantaran pernikahan meraup keuntungan lebih banyak.
Namun, tidak pada Ramadan tahun ini. Pemilik usaha hantaran pernikahan 'Jogja Seserahan', Bantul, harus alami penurunan pembelian.
Pemilik 'Jogja Seserahan', Yon Sumedi (40) mengatakan, pada bulan Ramadan biasanya pemesanan hantaran pernikahan meningkat. Pembeli sudah mulai sibuk memesan ketika memasuki Ramadan.
"Biasanya sehabis Ramadan banyak orang yang melangsungkan pernikahan jadi pemesanan banyak. Namun, sekarang tidak ada pemesanan akibat dari pandemi Corona ," jelas Yon kepada TRIBUNJOGJA.COM pada Rabu (29/4/2002).
• Banyak Calon Pengantin Pesan Hantaran Pernikahan untuk 11-11-2011
Penurunan minat pembeli pada produksi seserahan milik Yon, juga terpengaruh akibat wabah Corona yang terus meluas.
"Ya, memang penurunan sudah mulai terasa saat pandemi Corona karena banyak pernikahan yang dibatalkan akibat himbauan social distancing. Tentu, banyak dari pelanggan tidak berani untuk memesan bahkan melalukan penundaan penbelian," tuturnya.
Yon pun menambahkan akibat adanya pandemi penghasilan usahanya menurun sebesar 90 persen.
Hal ini pun diperparah, memasuki Ramadan pesanan dan pembelian produknya belum ada tanda-tanda peningkatan.
"Saya kira memasuki Ramadan akan ada peningkatan pemesanan meski sedikit. Namun, kenyataannya pemesanan tak kunjung datang," paparnya.
Yon pun menambahkan, biasanya memasuki Ramadan pemesanan kebanyakan datang dari luar Yogyakarta seperti, Aceh, Palembang, Riau, dan Jabodetabek.
• Terjadi Lonjakan Kasus Positif di DIY, Sultan Belum Ada Niatan Ajukan PSBB
"Biasanya puncak pemesanan pada saat seperti ini, pembeli hingga dari luar Yogyakarta. Kalau sekarang, jangankan pesanan yang berasal dari luar. Sekitar Yogyakarta pun sudah sangat jarang," terang Yon.
Hal serupa pun dialami, Achmad Sugeng, pemilik usaha 'Sinar Mas' suvenir pernikahan di pasar Beringharjo,kota Yogya.
Sudah sepekan lebih toko miliknya terpaksa ditutup. Akibat adanya pandemi Corona.
"Sejak 23 Maret 2020, toko sudah berhenti berjualan. Adanya pandemi terpaksa harus menutupnya," jelas Achmad kepada TRIBUNJOGJA.COM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemilik-jogja-seserahan-yon-sumedi-40-saat-membuat-kotak-seserahan.jpg)