Bisnis
Memasuki Ramadan Penjual Hantaran dan Suvenir Pernikahan Alami Penurunan Pembeli
Penurunan minat pembeli pada produksi seserahan milik Yon, juga terpengaruh akibat wabah Corona yang terus meluas.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Achmad pun menambahkan, akibat dari pandemi membuat pemasukan mengalami penurunan drastis.
Memasuki Ramadan pun tidak mempengaruhi pembelian suvenir di tokonya.
• Nekad Keluyuran di Jalan, ODP Asal Jember Langsung Dibawa ke RSJ Menur untuk Diisolasi
Tak beroperasinya toko membuat Achmad harus merumahkan karyawan sebanyak tujuh orang untuk sementara waktu.
"Terpaksa merumahkan karyawan untuk sementara waktu. Sebab, kurun Maret-April 2020 pendapatan sama sekali tidak ada, nol," paparnya.
Padahal dalam kondisi normal, toko miliknya bisa menjual hingga ratusan lebih jenis suvenir, seperti kipas bambu, gelas dan dompet.
Saat ini, banyak dari pembeli yang juga menunda pemesanan sehingga akibatnya penumpukan barang yang terjadi.
"Pembeli banyak yang pending pemesanan. Ada yang sudah dibayar tapi belum diambil barangnya. Lalu, ada yang belum dibayar tapi barang sudah ada. Terakhirnya, banyak barang yang tertahan," ungkapnya.
Achmad pun, menambahkan peminat suvenirnya tak hanya masyarakat lokal namun juga internasional seperti, Malaysia dan Singapura.
Achmad pun berharap, semoga wabah covid-19 lekas berakhir dan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan normal kembali. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemilik-jogja-seserahan-yon-sumedi-40-saat-membuat-kotak-seserahan.jpg)