Update Corona di DI Yogyakarta
Sri Sultan HB X Menyapa : Marilah Saudara-saudaraku, Kita Bangkit Bersama
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bergotong royong, dan bersama-sama bangkit
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, kembali menyapa warga DIY melalui program 'Sri Sultan Menyapa', Selasa (21/4/2020).
Melalui program ini, Sri Sultan kembali menyampaikan sejumlah hal terkait pandemi virus corona yang menjangkiti seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan tak terkecuali di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam paparannya kali ini, Sri Sultan kembali mengingatkan warga masyarakat untuk tetap kuat, sabar dan ikhlas, serta berjuang bersama dalam melawan penyebaran virus corona.
• Jalanan di Yogyakarta Masih Ramai, Sri Sultan HB X : Saya Minta Untuk Dikontrol Lagi
• Pemda DIY Perketat Pemeriksaan di Perbatasan
Melansir dari akun resmi Pemda DIY di instagram @humasjogja, Selasa (21/4/2020) pagi, Sri Sultan menyampaikan pesannya dengan mengambil tajuk 'Introspeksi untuk Berbagi dan Bangkit Bersama.'
"Momentum ini adalah juga saat untuk kita introspeksi diri. Manekung, maneges mring Gusti, ke Haribaan-Nya Yang Maha Pengampun," ujar Sri Sultan di awal sambutannya.
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bergotong royong, dan bersama-sama bangkit untuk menjadi lebih kuat.
"Marilah Saudara-Saudaraku, kita bangkit bersama agar hidup ini lebih bermakna," imbuhnya.
Berikut petikan lengkap Sri Sultan HB X yang disampaikan melalui program 'Sri Sultan Menyapa.'
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Momentum ini adalah juga saat untuk kita introspeksi diri. Manekung, maneges mring Gusti,
ke Haribaan-Nya Yang Maha Pengampun.
Saat ini juga mengingatkan saya ketika menggaungkan Maklumat Reformasi di hadapan ratusan ribu orang tahun 1998.
Bahwa kita akan bisa mengatasi masa krisis dengan baik.
Tuhan telah membuka pintu mata hati kita.
Hari ini, banyak diantara kita yang harus berpisah dengan orang orang yang dicinta.
Marilah kita mengingat, bahwa derita yang kita rasakan adalah pertanda kita hidup.