Breaking News:

Dua Mahasiswi UAD Yogyakarta Rancang Alat Monitoring Longsor

Dua mahasiswa UAD, Endah Ariyanti dan Kartikasari Nur Solichah, merancang alat monitoring pergeseran tanah.

dok.istimewa
Dua mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Endah Ariyanti dan Kartikasari Nur Solichah merancang alat monitoring pergeseran tanah. 

Untuk mendesain alat tersebut membutuhkan waktu selama selama dua bulan.

Sedangkan proses pengambilan data membutuhkan hampir tiga bulan, keduanya menggunakan laboratorium ALOP Fisika UAD.

Ia mengungkapkan proses penelitian dimulai sejak bulan Maret 2019 hingga Februari 2020.

Semua bahan yang digunakan harus diuji terlebih dahulu sesuai standar.

"Bahan yang kami gunakan telah diuji sesuai standar dan SNI," tuturnya kepada Tribunjogja.com

Pengambilan data pada skala lapangan secara simulasi dilakukan di dua tempat yang berbeda yaitu di daerah Srumbung Segoroyoso, Pleret, Bantul dan Sidorejo Girikerto, Turi, Sleman.

Pemasangan sensor ekstensometer yang pertama di daerah Bantul dengan jenis tanah latosol yang merupakan tanah dengan lapisan solum dan jenis longsoran rotasi.

Pemasangan sensor ekstensometer kedua dan ketiga dilakukan di daerah Turi dengan jenis tanah regosol dan jenis longsoran translasi serta longsoran aliran bahan rombakan.

Tanah regosol merupakan jenis tanah memiliki butiran kasar berasal dari material erupsi gunung berapi.

Ia mengungkapkan, dalam penentuan lokasi uji, sebenarnya tidak ada kriteria khusus.

Halaman
123
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved