Wabah Virus Corona
UPDATE Vaksin Virus Corona, Ada 70 Kandidat, Tiga Sedang Uji Coba pada Manusia
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa pada saat ini, ada 70 kandidat vaksin Virus Corona potensial yang sedang dikembangkan di dunia
Di samping ketiga tim, perusahaan-perusahaan farmasi raksasa yang juga berupaya untuk mengembangkan vaksin adalah Johnson & Johnson dan Sanofi. Keraguan Para Pakar Tidak hanya WHO, Anthony Fauci selaku direktur Institusi Alergi dan Penyakit Menular AS, juga pernah menyebut bahwa vaksin virus corona bisa tersedia dalam 12-18 bulan.
Akan tetapi, beberapa pakar lainnya menyangsikan hal itu bisa dicapai. Paul Offit, salah satu penemu vaksin rotavirus pada tahun 1990-an, mengatakan, ketika Dr Fauci menyebut 12-18 bulan, saya rasa itu terlalu optimistik.
Dan saya yakin dia juga begitu (merasa terlalu optimistik). Pasalnya, pengembangan vaksin membutuhkan perjalanan panjang hingga sampai ke pasaran.
Kandidat vaksin harus diuji di laboratorium, pada hewan, dan pada sekelompok kecil manusia untuk memastikan keamanannya; sebelum bisa diujikan pada kelompok manusia yang lebih besar untuk mengetahui efektifitasnya.
Peter Hotez selaku dekan National School of Tropical Medicine at Baylor College of Medicine berkata bahwa kandidat-kandidat vaksin yang melompati tahap pengujian pada hewan dikhawatirkan malah berisiko memperlemah respons partisipan uji coba terhadap virus.
"Cara untuk mengurasi risiko itu adalah menunjukkan bahwa itu tidak terjadi pada hewan di laboratorium," ujarnya.
Update virus corona dunia

Hingga sore hari ini tercatat ada 1.937.268 kasus corona di seluruh dunia, Senin (13/4/2020) pukul 18.53 WIB.
• Ditemukan Pasien COVID-19 yang Sembuh Dites Pakai PCR Positif Lagi, WHO Lakukan Penyelidikan
Data terbaru menyebut virus mematikan ini sudah menyebar di 210 negara dan wilayah serta 2 kapal internasional.
Kapal tersebut adalah kapal pesiar Diamond Princess serta Holland America's MS Zaandam.
Dari keseluruhan kasus, 1.306.588 orang dalam gejala ringan, sedangkan 50.995 orang mengalami kondisi berat atau parah.
Sementara itu 459.085 orang dinyatakan sembuh, serta 120.600 meninggal dunia.
Dengan demikian, presentase kesembuhan 79 persen dan kematian 21 persen dari total keseluruhan kasus yang telah dinyatakan selesai.
Dari laporan tiap negara, Amerika Serikat menduduki posisi tertinggi dengan kasus terbanyak, yakni 587.173.
Total angka kematian di AS mencapai 23.644.(Kompas.com)