Wabah Virus Corona

Ditemukan Pasien COVID-19 yang Sembuh Dites Pakai PCR Positif Lagi, WHO Lakukan Penyelidikan

Korea Selatan melaporkan bahwa 91 pasien COVID-19 yang diyakini sudah sembuh, ketika dites lagi menggunakan PCR beberapa hari kemudian hasilnya positi

Editor: Rina Eviana
(Dok. Pemprov Jabar)
Ilustrasi: Petugas Labkesda Jabar saat melakukan tes swab pada sejumlah warga di Bandung, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM -Beberapa negara seperti China dan Korea Selatan memaparkan hasil tes pasien sembuh COVID-19 kembali menunjukkan hasil positif terinfeksi virus corona.

Terbaru pada Jumat (10/4/2020), Korea Selatan melaporkan bahwa 91 pasien COVID-19 yang diyakini sudah sembuh, ketika dites lagi menggunakan PCR beberapa hari kemudian hasilnya positif.

Ini artinya mereka terinfeksi virus SARS-CoV-2 lagi. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) sudah mendapat laporan tentang hal ini.

ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona.
ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona. (Shutterstock)

Mereka pun bergegas menyelidiki laporan tersebut. Pengumuman itu disampaikan oleh juru bicara WHO pada Sabtu (11/4/2020).

"Kami sudah mengetahui laporan tentang pasien COvid-19 yang dites menggunakan PCR hasilnya negatif, kemudian setelah beberapa hari kemudian dites lagi hasilnya positif," ujar juru bicara WHO kepada Reuters.

Pedoman WHO mengenai manajemen klinis, merekomendasikan pasien COVID-19 yang pulih secara klinis untuk dites menggunakan PCR sebaganyak dua kali, dilakukan setidaknya dalam rentang waktu 24 jam terpisah.

Jika kedua hasil tes PCR negatif, pasien baru diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Dilansir Business Insider, Senin (13/4/2020), pasien COVID-19 di Korea Selatan juga menjalankan prosedur ini.

Namun ketika dites beberapa hari kemudian, hasilnya positif lagi. Para pejabat kesehatan Korea Selatan mengatakan mereka akan meluncurkan penyelidikan epidemiologis untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi.

Terpapar Virus Corona, Satu Dokter di Korea Selatan Meninggal
Terpapar Virus Corona, Satu Dokter di Korea Selatan Meninggal (Yonhap)

Jeong Eun-kyeong, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, mengatakan dalam sebuah briefing berita bahwa virus itu mungkin telah "aktif kembali". Bukan pasien terinfeksi untuk kedua kalinya.

"Kami saat ini lebih menekankan reaktivitas sebagai kemungkinan penyebabnya. Kami sedang melakukan studi komprehensif tentang ini," kata Jeong diberitakan Bloomberg, Senin (13/4/2020). "Ada banyak kasus yang menunjukkan pasien COVID-19 ketika hari ini dites hasilnya negatif, beberapa hari kemudian positif."

umlah pasien yang diyakini telah bersih dari virus corona baru kemudian dites lagi dan hasilnya positif melonjak dari 51 menjadi 91.

Angka Kematian Kasus Positif Corona di Vietnam Nol, Bahkan Separuh dari Total Penderita Sembuh

Lonjakan ini terhitung sejak Senin hingga Jumat pekan lalu. WHO sendiri mengumumkan akan menyelidiki laporan tersebut. Mereka berjanji akan bekerja keras untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kasus tersebut.

Seorang petugas kesehatan memegang sampel usap hidung untuk diuji COVID-19 (novel coronavirus) di rumah sakit fakultas kedokteran Cerrahpasa Universitas Istanbul pada 10 April 2020 di Istanbul. Fakultas Kedokteran Cerrahpasa telah merespon dengan cepat sejak wabah pada pertengahan Maret, mengubah ruang operasinya menjadi unit perawatan intensif dan menciptakan bagian pandemi khusus yang memisahkan pasien biasa dari orang lain yang terinfeksi virus coronavirus - di mana entri dan keberadaannya ada dan dari yang dilarang.
Seorang petugas kesehatan memegang sampel usap hidung untuk diuji COVID-19 (novel coronavirus) di rumah sakit fakultas kedokteran Cerrahpasa Universitas Istanbul pada 10 April 2020 di Istanbul. Fakultas Kedokteran Cerrahpasa telah merespon dengan cepat sejak wabah pada pertengahan Maret, mengubah ruang operasinya menjadi unit perawatan intensif dan menciptakan bagian pandemi khusus yang memisahkan pasien biasa dari orang lain yang terinfeksi virus coronavirus - di mana entri dan keberadaannya ada dan dari yang dilarang. (Ozan KOSE / AFP)

"Penting untuk memastikan bahwa ketika sampel dikumpulkan untuk diuji, prosedur dan ketentuan benar-benar dilaksanakan," kata juru bicara WHO.

Menurut WHO, penelitian saat ini menunjukkan bahwa pasien COVID-19 ringan mengalami periode sekitar dua minggu dari timbulnya gejala sampai pemulihan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved