Update Corona di DI Yogyakarta
Hari Pertama Belajar dari TV, Guru SMPN 2 Sentolo Berharap Siswa Dapat Belajar Lebih Baik
Kementerian Pendidikan memberlakukan program belajar dari rumah dengan media televisi sebagai saluran utama pembelajarannya.
Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Gaya Lufityanti
Baginya, itu juga bisa disiasati dengan model penugasan yang beragam dan sedikit berbeda dari biasanya.
Ia memberi keleluasaan bagi siswa untuk memilih model pengerjaan tugas, namun tetap mengedepankan kebersamaan serta yang paling tidak memberatkan siswa.
Misalnya, tugas yang diberikan dikerjakan oleh siswa dengan tulisan tangan.
• Pakar UGM Sebut Pemerintah Mesti Cepat Belajar Tangani Covid-19
Hal tersebut, menurut kepala sekolah, selain otentik dari masing-masing siswa.
Di sisi lain, tugas tersebut dapat meningkatkan kemampuan kognisi siswa dalam menyerap dan mengingat pelajaran yang dituliskan.
“Kalau ditulis tangan, kan otentik, terus, dengan menulis, kerja otaknya juga lebih baik, ingatan akan pelajaran tetap terserap,” tambahnya.
Selain itu, ditegaskan Nugraheni, jenis jawaban dengan model pilihan ganda, tidak ia utamakan.
Ia menyarankan kepada guru-guru, agar lebih mengutamakan model jawaban esai.
Hal tersebut, untuk melatih penalaran siswa agar tetap terasah.
“Kami lebih mengedepankan agar siswa tetap bernalar. Jadi jawaban tugasnya, tidak pilihan ganda. Kalau mate-matika, ya juga tulis tangan, foto, lalu kirim. Kalau ada 50 soal misalanya, silahkan siswa mengerjakan sesuai kemampuannya. Tidak harus semua, yang penting jujur dan hasilnya sendiri, itu sangat bernilai,” pungkas kepala sekolah yang sekolahnya, menjadi juara 2 sekolah sehat tingkat provinsi DIY, tahun 2019, ini. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hari-pertama-belajar-dari-tv-guru-smpn-2-sentolo-berharap-siswa-dapat-belajar-lebih-baik.jpg)