Update Corona di DI Yogyakarta
Manfaatkan Teknologi, Pemkab Sleman Buat Program Belanja Kebutuhan di Pasar Rakyat
Pemerintah Kabupaten Sleman membuat program belanja kebutuhan di pasar rakyat dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp atau SMS.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Dan jarak di atas 3KM akan dikenakan biaya ongkir.
Agar tidak ada monopoli pedagang, maka digunakanlah sistem kelompok.
Paket harga Rp 50 ribu, bisa untuk membeli berbagai jenis barang dagangan dari beberapa penjual, tidak untuk satu penjual saja.
Masyarakat yang ingin mengetahui nomor ponsel pedagang bisa mencatatnya dengan mengakses akun resmi Pemkab Sleman di Instagram yakni kabarsleman.
"Saya berpesan, betul-betul disiapkan perangkatnya, disiapkan pengirimnya, jangan sampai berbelanja beli online ramai, tapi yang mengantar kewalahan dan menimbulkan kekecewaan masyarakat," ujarnya.
Maka dari, pihak pemkab juga mengajak ojek online dalam program ini.
Dan dengan program ini, maka ojol tetap mendapatkan penghasilan.
Bupati melanjutkan, sekmen kedua adalah masyarakat yang tetap bekerja di luar.
Dan memberanikan diri dengan alasan memenuhi kebutuhan.
• Bupati Kulon Progo : Pemanfaatan Teknologi Berjalan Maksimal di Tengah Pandemi Covid-19
"Pasar tradisional juga masih ramai, karena mereka agak berani. Orang yang merasa hidup mereka di kampung, tidak komunikasi dengan orang banyak. Tapi ini tidak boleh disepelekan," jelasnya.
Maka program selanjutnya adalah mengharuskan semua masyarakat yang datang ke pasar untuk mengenakan masker.
Kalau tidak memakai masker, masyarakat tidak boleh masuk ke dalam pasar.
"Karena sekmen kedua ini masih banyak. Orang datang ke pasar dan bisa penuh sesak di waktu-waktu tertentu. Maka selain harus mengenakan masker juga disediakan air mengalir pakai sabun," imbuhnya.
Meski roda ekonomi tetap harus berjalan, Sri Purnomo berharap agar masyarakat dapat melaksanakan anjuran-anjuran kesehatan, seperti memakai masker saat beraktivitas dan menjaga jarak.
Selain itu agar dapat lebih memanfaatkan IT dalam aktivitasnya. Seperti belajar, bekerja, maupun belanja secara online.
"Secara tidak langsung, ini juga edukasi, di saat musibah corona, penggunaan IT semakin meningkat," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penularan-covid-19-mungkinkah-virus-corona-menempel-bertahan-pada-paket-kiriman-belanja-online.jpg)