Update Corona di DI Yogyakarta
Manfaatkan Teknologi, Pemkab Sleman Buat Program Belanja Kebutuhan di Pasar Rakyat
Pemerintah Kabupaten Sleman membuat program belanja kebutuhan di pasar rakyat dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp atau SMS.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi Covid-19 berimbas kepada perilaku masyarakat secara tidak langsung.
Di tengah ancaman virus ini, masyarakat diharuskan untuk menjaga jarak satu dengan yang lainnya, tetap di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus.
Dengan kondisi ini, untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka belanja secara daring pun menjadi pilihan yang aman.
Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan bahwa di Indonesia, termasuk di Sleman ada dua kelompok sekmen masyarakat.
Yang pertama adalah yang menganggap pandemi ini serius dan menerapkan phisycal distancing, membatasi kegiatan dan selalu di rumah.
• Manfaatkan Belanja Online, Wabup Gunungkidul Sebut Warga Sudah Cerdas
Karena kondisi itu, mereka memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memenuhi kebutuhan, yakni belanja online.
"Kita tangkap kondisi ini dan di Disperindag memfasilitasi itu, jadi jangan sampai belanja online hanya untuk toko-toko kelas menengah ke atas. Sekarang di pasar tradisional juga kita arahkan untuk sistem daring, tentu saja dibantu oleh Disperindag agar tidak ketinggalan," ujarnya.
Di tengah ancaman covid-19, ini adalah momentum agar masyarakat semakin terbiasa dengan IT.
Tak hanya untuk kalangan menengah ke atas, tapi bagi mereka yang bekerja di pasar-pasar dapat menggunakannya.
Pemerintah Kabupaten Sleman membuat program belanja kebutuhan di pasar rakyat dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp atau SMS.
Dengan sistem ini, masyarakat tetap bisa melakukan physical distancing di masa pandemi Covid-19.
Masyarakat tetap bisa berbelanja tanpa harus ke pasar, cukup pesan lewat WA atau SMS.
Caranya adalah masyarakat bisa berbelanja dengan nilai minimal Rp 50 ribu.
Sistem bayar di tempat saat barang sampai atau Cash on delivery (COD).
• Perayaan Kecil dr Tirta Hudi Setelah Keluar dari Rumah Sakit
Pesanan dilayani sampai pukul 10.00 WIB jika memesan di atas jam tersebut akan dilayani di hari berikutnya.
Dan jarak di atas 3KM akan dikenakan biaya ongkir.
Agar tidak ada monopoli pedagang, maka digunakanlah sistem kelompok.
Paket harga Rp 50 ribu, bisa untuk membeli berbagai jenis barang dagangan dari beberapa penjual, tidak untuk satu penjual saja.
Masyarakat yang ingin mengetahui nomor ponsel pedagang bisa mencatatnya dengan mengakses akun resmi Pemkab Sleman di Instagram yakni kabarsleman.
"Saya berpesan, betul-betul disiapkan perangkatnya, disiapkan pengirimnya, jangan sampai berbelanja beli online ramai, tapi yang mengantar kewalahan dan menimbulkan kekecewaan masyarakat," ujarnya.
Maka dari, pihak pemkab juga mengajak ojek online dalam program ini.
Dan dengan program ini, maka ojol tetap mendapatkan penghasilan.
Bupati melanjutkan, sekmen kedua adalah masyarakat yang tetap bekerja di luar.
Dan memberanikan diri dengan alasan memenuhi kebutuhan.
• Bupati Kulon Progo : Pemanfaatan Teknologi Berjalan Maksimal di Tengah Pandemi Covid-19
"Pasar tradisional juga masih ramai, karena mereka agak berani. Orang yang merasa hidup mereka di kampung, tidak komunikasi dengan orang banyak. Tapi ini tidak boleh disepelekan," jelasnya.
Maka program selanjutnya adalah mengharuskan semua masyarakat yang datang ke pasar untuk mengenakan masker.
Kalau tidak memakai masker, masyarakat tidak boleh masuk ke dalam pasar.
"Karena sekmen kedua ini masih banyak. Orang datang ke pasar dan bisa penuh sesak di waktu-waktu tertentu. Maka selain harus mengenakan masker juga disediakan air mengalir pakai sabun," imbuhnya.
Meski roda ekonomi tetap harus berjalan, Sri Purnomo berharap agar masyarakat dapat melaksanakan anjuran-anjuran kesehatan, seperti memakai masker saat beraktivitas dan menjaga jarak.
Selain itu agar dapat lebih memanfaatkan IT dalam aktivitasnya. Seperti belajar, bekerja, maupun belanja secara online.
"Secara tidak langsung, ini juga edukasi, di saat musibah corona, penggunaan IT semakin meningkat," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penularan-covid-19-mungkinkah-virus-corona-menempel-bertahan-pada-paket-kiriman-belanja-online.jpg)