Update Corona di DI Yogyakarta

Kisah Dokter dan Guru Besar yang Wafat Karena Corona

Sebagian di antaranya bahkan guru besar di bidang kesehatan yang ilmu serta jasanya sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Terutama dalam mengatasi krisi

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
TRIBUN JOGJA/HO HUMAS UGM
Keluarga dari almarhum Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof.dr.Iwan Dwiprahasto., M.Med.Sc., Ph.D, menaburkan bunga seusai dikebumikan di Pemakaman Sawit Sari UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (24/3/2020). Prof Iwan yang sebelumnya menjadi salah satu pasien positif terjangkit virus Covid-19 meninggal dunia pada Selasa (24/3/2020) dini hari. 

Leonita mengatakan, pada Minggu (22/3/2020), sesak napas yang dialami sang ayah semakin parah.

"Jadi Minggu pagi itu, papa sesaknya makin berat, batuk terus, dan sesak. Lalu papa telepon."

"Yang telepon sih sebenarnya kakak, karena papa nggak bisa telepon kan, untuk bicara aja sulit."

"Noni nggak pulang? Papi sakit nih minta tolong dianterin," tutur Leonita menirukan sang ayah.

"Tadinya papa masih nggak mau ke rumah sakit. Dibujuk akhirnya papa dianterin suami aku," terangnya.

Sesampainya di Rumah Sakit Persahabatan pada Minggu pagi, dr Bambang kemudian dirawat di ruang isolasi.

Setelah itu, Leonita mengatakan, dirinya tak mendapatkan kabar lagi dari sang ayah.

Namun, sang ayah sempat meneleponnya dan merintih minta tolong.

"Cuma dari sore sampai malem itu telepon terus, 'Noni tolongin papi, Noni, papi sesak, papi kedinginan," ujar Leonita menirukan ucapan ayahnya.

Dituduh Menularkan Virus Corona, Seorang Dokter di Italia Dibunuh Pacar

Leonita menjelaskan, di ruang isolasi memiliki sistem satu orang satu ruangan dan tidak ada perawat yang menunggu.

Leonita mengungkapkan, ayahnya bukan sosok yang suka mengeluh. Maka dari itu, saat ayahnya menelepon dan merintih minta tolong, Leonita menyadari sang ayah tidak dalam keadaan baik-baik saja.

"Saya tahu sekali papa bukan orang yang rewel, jadi ketika dia bilang Noni tolong itu saya tahu ini pasti bahaya," ungkapnya.

Untuk mengetahui keadaan sang ayah, Leonita sempat mengubungi perawat di RS Persahabatan.

"Saya telepon perawat di sana (RS Persahabatan), saya minta tolong untuk lihatin papa saya."

"Ya beberapa kali kayak gitu sampai terakhir nggak telepon saya tapi telepon suami saya sampai jam 12 malam."

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved