Update Corona di DI Yogyakarta
Kisah Dokter dan Guru Besar yang Wafat Karena Corona
Sebagian di antaranya bahkan guru besar di bidang kesehatan yang ilmu serta jasanya sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Terutama dalam mengatasi krisi
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Satu di antara fakta paling memilukan di tengah wabah corona di Indonesia adalah berpulangnya para dokter dan tenaga medis.
Dalam waktu yang sangat cepat para pejuang garda depan harus meninggalkan suami/istri, anak, keluarga, dan kerabatnya.
Sebagian di antaranya bahkan guru besar di bidang kesehatan yang ilmu serta jasanya sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Terutama dalam mengatasi krisis ini.
Dari akun Instagram Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga Sabtu (4/4/2020) telah diumumkan 17 dokter yang wafat dikarenakan virus yang sedang dilawannya.
• Penjelasan Dokter Terkait Risiko Penularan Virus Corona dari Jenazah Pasien Positif Covid-19
Di DIY, masih terkenang nama almarhum Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, Guru Besar Farmakologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM.
Beliau menjadi pasien kedua yang positif Covid-19 di DIY. Hal itu diumumkan pada Rabu (18/3/2020).
Setelah menjalani perawatan isolasi selama satu pekan, akhirnya Selasa (24/3/2020) pukul 00.04 WIB beliau mengembuskan napas terakhir di RSUP Dr Sardjito.
Prof Iwan meninggal dalam usia 58 tahun.
Diberitakan sebelumnya oleh Tribunjogja.com, guru besar ini memiliki penyakit penyerta (komorbid) selama berperang dengan Covid-19.
Dikutip dari Tribunjogja.com, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna Poerwoko Sugarda mengatakan tidak ada informasi dari mana yang bersangkutan tertular virus corona.
Sepeninggal Prof Iwan, Paripurna pun mengimbau orang yang dalam beberapa hari sebelumnya bertemu dengan almarhum untuk mengecek kesehatannya.
• Kata dr Tirta Soal Ajaran Alm Prof Iwan yang Meninggal Akibat COVID-19, Inspirasi Lawan Virus Corona
Sosok terbaik bangsa lainnya yang turut gugur ialah Prof. dr. Bambang Sutrisna.
Beliau adalah seorang dokter sekaligus Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyatakat Universitas Indonesia.
Prof Bambang wafat pada Senin (23/3/2020) di RS Persahabatan, Jakarta, dengan status PDP Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemakaman-gubes-ugm.jpg)