Update Corona di DI Yogyakarta

Kisah Dokter dan Guru Besar yang Wafat Karena Corona

Sebagian di antaranya bahkan guru besar di bidang kesehatan yang ilmu serta jasanya sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Terutama dalam mengatasi krisi

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
TRIBUN JOGJA/HO HUMAS UGM
Keluarga dari almarhum Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof.dr.Iwan Dwiprahasto., M.Med.Sc., Ph.D, menaburkan bunga seusai dikebumikan di Pemakaman Sawit Sari UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (24/3/2020). Prof Iwan yang sebelumnya menjadi salah satu pasien positif terjangkit virus Covid-19 meninggal dunia pada Selasa (24/3/2020) dini hari. 

Dilansir dari Tribunnews.com (Kamis, 26/3/2020), di hari-hari terakhir sebelum meninggal, dr Bambang sempat menangani pasien yang dicurigai terpapar Covid-19.

Putri dr Bambang, Leonita Triwachyuni, saat menjadi narasumber acara Mata Najwa berbagi cerita mengenai ayahnya.

Diceritakan oleh Leonita, gejala awal sang ayah muncul pada Selasa (17/3/2020). Saat itu, ayahnya mengalami demam.

"Tapi seperti biasa papa itu pekerja keras, dia demam juga nggak di rumah aja, masih tetap kerja, masih tetap praktik."

"Jadi nggak jelas juga mulai batuknya dari kapan, tapi batuknya parah itu sekitar hari Sabtu (21/3/2020)," ujar Leonita.

Sebelumnya, kata Leonita, sama sekali tidak ada keluhan yang dirasakan oleh sang ayah.

Satu Dokter di Korea Selatan Meninggal Terpapar Virus Corona

Menurut Leonita, sang ayah sebelumnya sudah bercerita bahwa ia menangani pasien yang diduga terinfeksi Covid-19.

Namun, dr Bambang tidak bisa memastikan apakah pasien itu positif Covid-19. Sebab, di tempat praktik itu tak ada kit untuk melakukan tes swab.

"Cuma kan kita nggak tahu, karena kita nggak punya kit untuk swab," terang Leonita.

"Jadi itu diagnosa dilakukan hanya berdasarkan gejala dari laboratorium dan juga dari rontgen," sambungnya.

"Nah jadi papa sudah berpikir, 'Wah, jangan-jangan kena ni gitu'," ungkapnya.

Leonita dan keluarga pun mencurigai bahwa dr Bambang terpapar corona saat sedang praktik.

"Iya (kemungkinan terpapar corona dari pasien), karena papa memang nggak punya lingkungan lain."

"Lingkungan lainnya kan cuma mengajar sama penelitian, tapi FKM UI itu sudah menerapkan pembelajaran jarak jauh."

"Jadi memang papa, ya mungkin terpaparnya dari praktik itu," paparnya.

Menolak Diberi Alat Bantu Nafas, Pasien Virus Corona Ini Malah Berkata yang Bikin Dokter Menangis

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved