Incar Nicolas Maduro, AS dan Sekutu Latinnya Kepung Venezuela dari Laut dan Udara
Nicolas Maduro, mengutuk operasi antinarkoba AS di sekitar negaranya, serta juga Kolombia dan Brasil
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
"Orang-orang Venezuela terus menderita luar biasa karena Maduro dan kontrol kriminalnya atas negara itu, dan penyelundup narkoba memanfaatkan pelanggaran hukum ini," kata Esper setelah pengumuman Trump.
Keputusan Trump ini memperoleh dukungan Senator Marco Rubio, seorang Latino Republikan di Senat AS.
Rubio menginginkan tindakan lebih keras terhadap Maduro.
• Menlu Venezuela Sebut Elite Washington Putus Asa Hadapi Maduro
• Trump Berubah, Ingatkan Rakyat AS Akan Lalui Minggu-minggu Menyakitkan
Menteri Komunikasi Venezuela, Jorge Rodriguez, menyebut langkah AS itu "upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian dari krisis kemanusiaan yang tragis" di AS yang disebabkan oleh virus Corona.
Dalam sebuah tampilan sarkasme, ia juga mengatakan untuk "pertama kalinya" dalam beberapa dekade, AS berusaha membatasi pasokan kokain, yang sebagian besar berasal dari Kolombia, sekutu AS di wilayah tersebut.
Menanggapi sikap AS, Presiden Nicolas Maduro meminta Trump berhenti mencampuri urusan dalam negeri Venezuela.
Ia menyerukan "perjanjian kemanusiaan" antara semua aktor politik di negara itu untuk menangani masalah nyata, yaitu perang melawan Covid-19.
Nicholas Maduro sebelumnya telah memperingatkan Amerika Serikat, Kolombia, dan Brasil sedang merancang blokade laut dan udara, dan menyiapkan invasi ke Venezuela.
Indikasi itu terlihat saat kapal patroli angkatan laut Venezuela tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pesiar berbendera Portugis di dekat pulau La Tortuga, yang dikontrol Venezuela.
Maduro menuduh kapal berbendera Portugis itu bertindak agresif, dan ia mengatakan kapal itu mungkin membawa "tentara bayaran".
Di bagian skema Washington terhadap Venezuela, AS mengumumkan Kerangka Transisi Demokratis untuk Venezuela.
Dalam benak Gedung Putih, Maduro harus "pergi", dan mendukung Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi "untuk memilih pemerintah transisi yang inklusif yang dapat diterima oleh faksi-faksi utama".
Dewan negara ini akan memerintah sampai dia mengawasi pemilihan, yang menurut Menlu Mike Pompeo, diharapkan dapat diselenggarakan dalam enam hingga 12 bulan.
Skema ini ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Venezuela.
Jaksa Agung Venezuela telah melayangkan panggilan kepada Juan Guaido, pemimpin oposisi, terkait sangkaan menggalang kudeta.
(Tribunjogja.com/ Southfront.org/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nicolas-maduro-presiden-venezuela_20180913_111211.jpg)