Gunungkidul

4.301 Pemudik Tiba di Gunungkidul, Screening Tingkat Desa Mulai Dilakukan

Jumlah pemudik yang tiba di Gunungkidul semakin meningkat. Hal tersebut diketahui dari data yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungki

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jumlah pemudik yang tiba di Gunungkidul semakin meningkat.

Hal tersebut diketahui dari data yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Badingah menyampaikan sebanyak 4,301 orang pemudik telah berdatangan.

Sejumlah Desa di Gunungkidul Berinisiatif Lakukan Pencegahan COVID-19 Secara Mandiri

"Jumlah tersebut berdasarkan laporan yang kami terima sekitar pukul 08.50 WIB pagi tadi," kata Badingah melalui pesan singkat, Senin (30/03/2020).

Berdasarkan data per kecamatan yang diberikan oleh Badingah, pendatang terbanyak berada di Kecamatan Playen dengan jumlah sebanyak 418 orang.

Selanjutnya disusul Wonosari sebanyak 360 orang pendatang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan proses screening atau pemeriksaan tingkat desa dan dusun sudah berjalan.

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan para warga di tiap dusun, termasuk para pemudik yang sudah berdatangan.

"Bagi mereka yang merasa sakit atau gejala apapun silakan ke Puskesmas terdekat, di sana akan diberi edukasi (tentang COVID-19)," jelas Dewi.

Berdasarkan data terbaru Dinkes Gunungkidul, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini mencapai 588 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 14 orang, dan jumlah pasien positif COVID-19 masih 1 orang.

Disnakertrans Gunungkidul Imbau Pekerja Luar Daerah Tak Mudik Selama Darurat COVID-19

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi kembali mengingatkan warga untuk tetap menerapkan prosedur pencegahan berupa menjaga jarak atau physical distancing.

Prosedur tersebut sudah sesuai dengan imbauan pemerintah pusat.

Ia pun mengingatkan para pendatang untuk melakukan hal serupa, termasuk karantina mandiri selama 14 hari tanpa kontak dengan tetangga di lingkungannya.

"Penyebaran COVID-19 bisa jadi tidak terkendali jika prosedur physical distancing tidak dilakukan," kata Immawan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved