Yogyakarta

Proyek Jokteng Keraton Yogyakarta Ditarget Selesai Akhir Tahun

Meski di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, proyek Restorasi Pojok Benteng (Jokteng) Keraton Yogyakarta tetap berjalan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Proyek Jokteng Wetan masuk tahap pondasi bangunan. Sejumlah pekerja menyiapkan material, Senin (30/3/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, proyek Restorasi Pojok Benteng (Jokteng) Keraton Yogyakarta tetap berjalan.

Pengerjaan pondasi sudah mulai dilakukan.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 6 miliar tersebut ditarget selesai akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan, awalnya proyek tersebut sempat terhambat lantaran proses pembebasan lahan masih menuai kendala.

"Sekarang sudah selesai semua. Detail Engineering Design (DED) nya juga sudah turun. Total anggaran pembangunan sekitar Rp 6 miliar," katanya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com Senin (31/3/2020).

Wisata Keraton Mendapat Penyemprotan Disinfektan

Aris menyebut, proyek Jokteng nantinya akan menyambung dua bagian benteng baluwarti (pertahanan) Keraton Yogyakarta yang sempat terputus ratusan tahun silam. 

Proyek tersebut nantinya akan menyambung antara Jokteng Kulon (barat laut) dengan Jokteng Wetan Lor (Timur laut)

"Ini sangat penting karena sebentar lagi akses di keduanya akan tersambung. Target kami tahun ini harus selesai," ujar dia.

Lebih lanjut, Aris mengatakan, ada sebanyak 23 bidang tanah yang digunakan dalam proses revitalisasi Jokteng. 

Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai sekitar 25 KK. 

Sebelumnya Pemda DIY mengatakan hanya 13 bidang yang terdampak.

Namun, sesuai penyusunan DED yang terbaru luasan bidang terus bertambah.

"Sekitar 25 KK lebih. Karena satu bidang kadang dihuni dua KK. Tapi saat ini sudah terfasilitasi semua. Bahkan ada yang sudah punya tempat tinggal lain," ungkapnya.

Dari sisi pemenuhan kewajiban, Pemda DIY sudah membayarkan uang tali asih sebesar Rp 2,2 miliar kepada seluruh warga terdampak pembangunan.

Gejala Virus Corona Selain Batuk dan Sesak Napas, Berdasarkan Pengalaman Pasien Positif COVID-19

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved