Sleman

Tak Hanya Virus Corona, Leptospirosis Juga Masih Jadi Ancaman Masyarakat

Dari bulan Januari hingga awal Maret 2020 kemarin, ada 37 kasus leptospirosis dengan empat orang yang meninggal dunia.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

TRIBUNJOGJA.COM - Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS).

Tak hanya untuk memutus rantai penyebaran covid-19 atau virus corona, namun juga ancaman penyakit menular lainnya.

Ketika masyarakat diteror virus corona, ada leptospirosis yang juga mengancam nyawa.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, dari bulan Januari hingga awal Maret 2020 kemarin, ada 37 kasus leptospirosis dengan empat orang yang meninggal dunia.  

Satu Orang Meninggal Dunia Karena Leptospirosis di Sleman pada Awal 2020

"Rata-rata pasien meninggal karena karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Misalnya pasien sudah sakit jantung atau ginjal," ujarnya.

Dalam menurunkan angka fatalitas penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus ini, ia mengimbau agar masyarakat mengenal gejalanya agar cepat dilakukan penanganan.

"Beberapa ciri khas penyakit leptospirosis seperti demam yang tidak terlalu tinggi, ada gejala sakit kuning di mata atau buang air kecil agak merah seperti teh. Dan yang lebih spesifik lagi yakni gejala betisnya nyeri," terangnya.

Jika masyarakat merasa gejala seperti itu, maka diharapkan untuk segera melakukan pemeriksaan.

TRIBUN JOGJA TV: Pemuda Kreatif Ubah Bambu Jadi Peralatan Dapur

Dinkes Sleman sendiri telah berkoordinasi dengan seluruh puskesmas dan dokter praktik swasta agar mewaspadai orang dengan gejala tersebut.

"Seluruh Puskesmas di Sleman sudah punya lepto test untuk melakukan screening," terangnya.  

Dalam kesempatan itu, ia kembali menekankan agar masyarakat selalu melaksanakan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) serta menjaga kesehatan lingkungan.

"Karena semua penyakit menular kunci pencegahan ada di dua hal tersebut," ujarnya.

Sementara dari data yang ia dapatkan, kebanyakan kasus leptospirosis adalah daerah yang memiliki lahan persawahan, seperti di minggir, prambanan dan moyudan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Novita Krisnaeni menambahkan bahwa leptospirosis tak hanya mengancam petani saja.

Selama 2019 Terdapat 26 Kasus Leptospirosis di Sleman

Bahkan menurutnya ada kasus di mana seorang ibu rumah terjangkit penyakit ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved