Bantul

Tangani Corona, Bantul Gelontorkan Anggaran Rp 9,4 Miliar

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui keputusan Bupati Bantul nomor 154 tahun 2020, telah menetapkan status tanggap darurat bencana Corona Virus Disease

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santoso 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui keputusan Bupati Bantul nomor 154 tahun 2020, telah menetapkan status tanggap darurat bencana Corona Virus Disease atau COVID-19.

Sebab itu, dalam upaya percepatan penanganan virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut, Pemkab Bantul menggelontorkan anggaran senilai Rp 9,4 miliar.

Anggaran yang diprioritaskan untuk menanggulangi merebaknya Virus Corona itu dicairkan melalui Belanja Tak Terduga (BTT). Disalurkan kepada dua institusi yakni Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

UPDATE Kasus Virus Corona di Indonesia : 686 Orang Positif Covid-19, 55 Pasien Meninggal Dunia

"Dengan rincian, untuk Dinas Kesehatan sebanyak Rp 6 miliar dan Rumah Sakit Rp 3,4 miliar," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis, Selasa (24/3/2020)

Helmi yang juga menjabat sebagai Sekda Bantul itu berharap, dua institusi tersebut nantinya dapat bekerja dengan maksimal dan segera dapat memanfaatkan anggaran tersebut, sesuai dengan yang telah direncanakan dan dilaporkan kepada Bupati. Ia juga meminta, kepada seluruh masyarakat, di masa-masa saat ini agar tetap tenang.

Lebih baik mengurangi aktivitas keluar rumah dan tidak mengikuti kegiatan pengumpulan massa. "Untuk sementara, maksimalkan aktivitas di rumah masing-masing," ucap Helmi.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Rahardjo menyampaikan, anggaran bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul telah diterima dan dimanfaatkan. Sejauh ini diakuinya lebih banyak digunakan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD).

Bersama Sekda Bantul, pihaknya mengaku sudah roadshow atau berkeliling ke sejumlah perusahaan penyedia alat kesehatan. Menurutnya, sudah ada perusahaan yang menyanggupi untuk penyediaan sejumlah alat pelindung diri seperti masker bedah n-95, sarung tangan, gown, alkohol, hand sanitizer, termasuk cover-all dan sebaginya.

RW 09 Kauman Pakualaman Bentuk Satgas Covid Mandiri

"Mudah-mudahan kekurangan kebutuhan, bisa kita penuhi," ucap Agus.

Menurutnya, stok yang ada saat ini sudah menipis.

Sebab itu, ia berharap dalam waktu dekat APD dan sejumlah kebutuhan medis lainnya segera didapatkan.

Meksipun, Agus sendiri mengungkapkan dari pengadaan APD tersebut, nantinya apakah mampu mencukupi atau tidak, selama akhir periode virus Corona. Ia berharap cukup, sehingga petugas kesehatan yang merawat pasien COVID-19 merasa aman.

"Kalau pengadaan sudah datang, dalam waktu yang secepatnya, semua akan segera kita distribusikan," ucap dia.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas percepatan penanganan penularan infeksi COVID-19 Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, alat pelindung diri yang ada di Bantul stoknya semakin menipis.

Pertanggal 21 Maret 2020, menurutnya, jumlah masker dilaporkan dadi gudang farmasi ada 195.750 pcs, Handscrub 1.562 botol, Masker N-95 1.063 pcs, sarung tangan 180.000 pcs, Alkohol 1. 697 botol dan Gown 48 pcs.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved