Kota Yogyakarta
RW 09 Kauman Pakualaman Bentuk Satgas Covid Mandiri
Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, masyarakat juga memiliki peran penting dalam melakukan pencegaha
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, masyarakat juga memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan.
Salah satunya yang dilakukan oleh RW 09 Kampung Kauman, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta.
Warga RW 09 kompak melakukan upaya pencegahan COVID-19 dengan membentuk RW Siaga. Ketua RW 09, Tri Kusumo Bawono menjelaskan RW 09 langsung membentuk Satgas penangan COVID-19, mulai dari medis hingga logistik, pasca-kasus pertama positif COVID-19 di DIY.
"Langsung sebarkan undangan mendadak, beli sabun dan hand sanitizer, dan saya serahkan ke Ketua RT sebagai simbolis. Harapnnya RW lain juga melakukan hal serupa. Kebetulan ketuan RW dokter dan ketua kampung juga dokter, lalu kami buat Satgas Penangan COVID-19," jelasnya.
• Antisipasi Covid-19, Pemkab Bantul Pastikan Tunda Pilkades Serentak
Sebagai RW Siaga, RW 09 bergerak cepat dengan membuat surat edaran kepada warga.
Dalam edaran tersebut, tamu luar kota yang bertamu ke Kampung Pakualaman wajib lapor ketua RT.
Ketua RT juga memiliki tugas untuk mendata warganya yang keluar dan masuk kota.
Homestay yang ada di Kampung Kauman juga diminta untuk tidak menerima tamu hingga kondisi membaik.
Seluruh kegiatan yang mengundang kerumunan juga ditiadakan sementara, seperti kegiatan PAUD, les bahasa inggris, dan lain-lain.
Edukasi pun diberikan kepada warga. Bukan dalam bentuk sosialisasi, RW Kampung Kauman Pakualaman melakukan sosialisasi dengan memasang poster-poster.
Mulai dari poster cara mencuci tangan yang benar, cara penularan dan pencegahan COVID-19, hingga Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
"Kami juga mencetak buku panduan untuk warga terkait COVID-19. Kami minta masyarakat tidak panik. Kalau ada gejala flu, batuk, pilek bisa periksa ke klinik dr. Tri atau fasilitas kesehatan terdekat. Ada imbauan untuk tidak salaman atau cipika-cipiki dulu," jelasnya.
• Tenaga Medis Jadi Sasaran Prioritas Rapid Test Virus Corona Covid-19
"Kami juga memperbanyak wastafel. Ada sekitar 15 wastafel di seluruh kampung, ada yang dari gerabah, ada yang tempat cuci tangan biasa. Sudah kita beri sabun juga. Warga juga secara mandiri melakukan penyemprotan disinfektan. Kami juga secara mendiri menjahit masker sebanyak 600 buah untuk dibagikan ke warga," sambungnya.
Satgas penangan Covid-19 juga menerapkan jam malam. Warga kampung dibatasi beraktivitas di luar rumah hingga pukul 22.00.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/satgas-penanganan-covid-19-rw-09-kampung-kauman-gunungketur.jpg)