Partai Gerindra Nyatakan 'Siap Tempur' di Pilkada Bantul 2020
Rekomendasi Partai Gerindra untuk Pilkada Bantul hampir dipastikan akan jatuh ke tangan Suharsono.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Konstelasi politik di Kabupaten Bantul kian menarik pascapengumuman rekomendasi dari DPP PDIP untuk paket pasangan Abdul Halim Muslih - Joko Purnomo, pada Pilkada 2020 mendatang.
Koalisi PKB dan PDIP itu disebut-sebut menjadi duet maut bersatunya dua kekuatan besar, religius dan nasionalis.
Abdul Halim Muslih yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul dipastikan akan menjadi calon kuat untuk menggoyang pilar kekuasaan Bupati Bantul petahana, Suharsono.
Di Pilkada Bantul mendatang, kedua tokoh incumbent itu memilih untuk berseberangan jalan.
Sekretaris DPC Gerindra Bantul, Darwinto, mengatakan bersatunya duet Halim dan Joko Purnomo bukan merupakan problem besar bagi Gerindra yang dipastikan akan kembali mengusung Suharsono.
Menurut dia, partainya sudah mempersiapkan banyak hal untuk dapat menghadapi koalisi besutan PKB dan PDIP itu, termasuk menghadapi poros tengah jika memang nantinya terbentuk.
• Pilkada Bantul 2020 : Partai Demokrat dan PBB Buka Peluang Gabung Poros Tengah
• Pilkada Bantul 2020 : Didapuk Jadi Bakal Cawabup, JP Segera Mundur dari Kursi DPRD DIY
Salah satu langkah persiapan, menurut Darwinto dengan membentuk tim pemenangan baik ditingkat partai dan relawan.
Termasuk optimalisasi kader partai yang saat ini duduk di kursi dewan.
Semuanya menurut dia sudah dalam posisi siap dan tidak ada persoalan.
"Kita jauh-jauh hari sudah mempersiapkan itu dan kita memang sudah siap untuk tempur," kata dia, saat dihubungi Tribunjogja.com pada Jumat (21/2/2020).
Darwinto mengungkapkan, meskipun saat ini dari pusat belum turun, namun rekomendasi Gerindra untuk Pilkada Bantul hampir dipastikan akan jatuh ke tangan Suharsono.
Tinggal bagaimana mengintensifkan komunikasi dengan partai-partai lainnya untuk membangun rajutan koalisi.
Beberapa partai, dikatakan Darwinto, sudah sangat dekat dan intens berkomunikasi dengan Gerindra, seperti misalnya dengan Nasdem, Demokrat dan Golkar.
Kata Darwinto ketiga partai tersebut sudah mulai mengkristal, meskipun belum bisa dikatakan koalisi.
"Yang jelas kita sudah berkomunikasi dan tinggal melakukan sepemahaman," ucap Darwinto. Ia juga mengatakan semuanya masih sangat cair dan serba mungkin. Termasuk partainya mengaku berkomunikasi dengan PAN dan PKS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-gerindra_20150709_145310.jpg)