Bantul
Pilkada Bantul 2020 : Partai Demokrat dan PBB Buka Peluang Gabung Poros Tengah
Terwujudnya poros tengah dalam Pilkada Bantul 2020, yang diinisiasi PAN, PKS dan PPP makin mendekati kenyataan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Terwujudnya poros tengah dalam Pilkada Bantul 2020, yang diinisiasi PAN, PKS dan PPP makin mendekati kenyataan.
Hal itu, sering terbukanya peluang Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB), untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Bendahara DPC Partai Demokrat Bantul, Edy Prabowo pun diketahui sudah bertatap muka dengan pimpinan partai inisiator, yakni Ketua DPC PPP Bantul, Hasyim Turmudzi, Ketua DPD II PKS Bantul, Amir Syarifudin dan Ketua DPD PAN Bantul, Ardi Widanto, Kamis (20/2/2020) silam.
Fakta yang bisa dibilang cukup mengejutkan, karena beberapa waktu lalu Partai Demokrat sudah menjalin komunikasi intens dengan Gerindra, untuk ikut serta mengusung petahana Suharsono dalam kontestasi lima tahunan tersebut, tanpa syarat tertentu.
• Pilkada Bantul 2020 : PAN, PKS dan PPP Berpeluang Bentuk Poros Tengah
"Ya, politik itu kan dinamis, semua bisa terjadi dalam hitungan detik. Tak ada kawan, atau lawan yang abadi dalam politik, karena yang ada hanya kepentingan yang sama," terang Edy, Jumat (21/2/2020).
Politisi yang juga menjabat Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bantul tersebut menuturkan, sebagai partai yang memilki kursi di legislatif, Partai Demokrat tentu berkeinginan ambil bagian dalam Pilkada, terutama jika ada peluang mengusung kadernya sendiri.
"Tapi, tidak ada yang pasti dalam politik, sebelum pasangan calon didaftarkan ke KPU Bantul ya. Begitu juga dengan Partai Demokrat, kami bisa melakukan komunikasi dengan partai-partai lain," tuturnya.
Sementara Ketua DPW PBB DIY, Supriyono berujar, sampai sejauh ini pihaknya memang condong untuk bergabung ke dalam poros tengah tersebut.
Bahkan, secara tegas ia menutup peluang koalisi dengan PKB dan PDIP yang mengusung duet Halim-JP.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
"Kami condong ke poros tengah, tidak mungkin lah ke PKB dan PDIP. Untuk ke Gerindra, kalau memang ada peluang, kami ingin melamar ya, kami akan tawarkan jago (calon) sendiri," ujarnya.
Benar saja, ia mengungkapkan, pasangan calon yang dijagokannya itu adalah, Kabag Sumda Polres Bantul, Kompol Kusila dan dr Sagiran.
Ia menilai, keduanya merupakan kolaborasi pas, lantatan perpaduan negarawan, serta dari kalangan akademisi.
"Saya yakin, di antara calon-calon itu, semuanya dari parpol. Ya, dari PDIP dan PKB semua politikus murni. Kalau tidak ada dari akademisi, sistem yang berlaku nanti ya hukum rimba. Begitu PDIP kuat, PKB kuat, partai kecil akan tertindas," cetusnya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bantul, Hasyim Turmudzi mengatakan, seandainya Partai Demokrat merapat, poros tengah ini akan berkekuatan 14 kursi.
Tetapi, pihaknya menargetkan 19 kursi dengan mengajak Partai Golkar, sekaligus PBB untuk berkoalisi.
• Deklarasi Pilkada Damai, Laskar Arafat PPP : Jangan Sampai Ada Gesekan di Bantul
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)