Bantul

Wakil Bupati Bantul Wacanakan Moratorium Pendirian Rumah Ibadah

Rencana kebijakan tersebut digulirkan dengan pertimbangan, rumah ibadah di Kabupaten Bantul saat ini jumlahnya sudah cukup banyak apabila dibandingkan

Wakil Bupati Bantul Wacanakan Moratorium Pendirian Rumah Ibadah
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mewacanakan adanya kebijakan moratorium terhadap pendirian rumah ibadah.

Rencana kebijakan tersebut digulirkan dengan pertimbangan, rumah ibadah di Kabupaten Bantul saat ini jumlahnya sudah cukup banyak apabila dibandingkan dengan total jumlah penduduk.

Menurut Halim, manusia sebagai umat bertuhan dan beragama, kewajibannya adalah menyembah kepada Tuhan.

Kebutuhan untuk menyembah memang memerlukan yang namanya sarana dan prasarana.

Sarana dan prasarana itu, kata dia, bisa dihitung secara rasional, sehingga apabila jumlahnya sudah banyak, maka tidak diperlukan lagi untuk terus dibangun.

Bupati Bantul Serahkan Sertifikat 492 IMB Rumah Ibadah dan Kantor Pemerintahan

"Tuhan itu tidak butuh banyaknya rumah ibadah. Tapi kewajiban kita adalah beribadah kepada-Nya sesuai dengan keyakinan masing-masing," kata dia, saat ditemui Selasa (18/2/2020).

Rencana moratorium pendirian rumah ibadah tersebut, dikatakan Halim, sudah pernah disampaikan dalam pertemuan dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bantul beberapa waktu lalu.

Ia meminta kepada FKUB yang merupakan forum silaturahmi untuk mengkaji secara riil berapa jumlah umat beragama di Kabupaten Bantul dan kebutuhan rumah ibadahnya.

Seperti misalnya jumlah umat Islam berapa, kebutuhan riil rumah ibadahnya berapa.

Jumlah umat Kristen berapa, kebutuhan rumah ibadahnya berapa.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved