Battle of Idlib, Pertempuran Pamungkas Rakyat Suriah

BULAN ini, Februari 2020, pasukan Suriah hampir menjangkau pusat pertahanan kelompok bersenjata antipemerintah di Provinsi Idlib.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
SputnikNews
Battle of Idlib 

BULAN ini, Februari 2020, pasukan Suriah hampir menjangkau pusat pertahanan kelompok bersenjata antipemerintah di Provinsi Idlib.

Kemajuan signifikan tentara Damaskus ini mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang mendukung kelompok teroris bersenjata di kantong terakhir mereka.

Utamanya Turki dan AS, serta negara-negara sekutunya di barat maupun Arab. Presiden Bashar Assad tak hanya mampu menghadapi perang berdarah selama 9 tahun, tapi juga bakal memenangkannya.

NATO Tak Punya Rencana Dukung Langsung Aksi Militer Turki di Idlib Suriah

Tidak cuma melawan satu dua kelompok teroris dan pemberontak, tetapi puluhan ragam organisasi, aliran, tujuan, yang semua punya sponsor masing-masing.

Masih juga ada ISIS atau Daesh, yang juga berhasil diruntuhkan hingga kubu pertahanan terakhirnya di Baghouz diluluhlantakkan.

Minggu (16/2/2020), Damaskus menuntaskan misi besarnya membebaskan Aleppo sepenuhnya. Bagian barat tepian kota industri itu disapu bersih.

Para militan, bertumpu kelompok etnis Uyghur dan Uzbek, mundur teratur atau dihancurkan lewat serangan udara.

Kemenangan itu dirayakan penuh sukacita oleh warga Aleppo. Kini, fokus pasukan Suriah menuju Kota Idlib sepenuhnya.

Sesuai janji Bashar Assad, inchi demi inchi tanah Suriah akan dibebaskan dari tangan asing. Rakyat Suriah akan kembali dimerdekakan dari ancaman teroris.

Kota Idlib terletak di Provinsi Idlib. Lokasinya sekitar 59 kilometer barat daya Aleppo, dan hanya 22 kilometer dari tapal batas Suriah-Turki.

Kota itu terbagi enam distrik, Ashrafiyeh, Hittin, Hejaz, Downtown, Hurriya, dan al-Qusur. Sebelum perang, atau sebelum 2011, Idlib tumbuh menjadi kota urban.

Penduduknya bertambah cepat antara 2004 ke 2010. Dari tadinya sekitar 99.000 jiwa, melesat jadi sekitar 165.000 jiwa.

Mayoritas penduduknya Muslim Sunni, ditambah minoritas Kristen. Namun pada 2020 ini, penduduk Kristen nol, karena mereka mengungsi menyelamatkan diri.

Sejak 2011, Idlib menjadi satu dari beberapa pusat demonstrasi anti-pemerintah Damaskus. Pada tahun itu juga kota ini jatuh ke tangan kelompok militan bersenjata.

Pada 2012, Idlib kembali direbut pasukan Suriah. Tapi 2015, jatuh lagi ke tangan militant setelah Jabhat al-Nusra menggelar serangan besar dari tiga jurusan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved