NATO Tak Punya Rencana Dukung Langsung Aksi Militer Turki di Idlib Suriah
Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak memiliki rencana mendukung langsung maupun tak langsung aksi militer Turki di Suriah
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT – Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak memiliki rencana mendukung langsung maupun tak langsung aksi militer Turki di Suriah.
Turki merupakan anggota NATO. Pasal 5 pakta NATO menyebutkan setiap ancaman militer langsung terhadap negara anggota, akan mendapat respon bersama dari aliansi.
“Negara-negara NATO tidak akan mendukung pelanggaran seperti diatur dalam pasal 5, terkait kematian 5 tentara Turki di Idlib awal Februari,” kata sumber petinggi NATO yang enggan disebut namanya.
• Presiden Assad Puji Rakyat Aleppo, Nyatakan Perang Belum Berakhir
Berita itu dipublikasikan kantor berita TASS dan dikutip Al Masdar News, Selasa (18/2/2020) WIB. Kematian tentara Turki itu menurut sang diplomat NATO tragedy.
Efek serangan militer sepihak (Turki) di bukan wilayah kedaulatannya. Aksi militer Turki ke Suriah itu juga tanpa konsultasi dengan NATO.
Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitri Peskov menegaskan kembali dukungan Rusia kepada Suriah dalam perangnya melawan terorisme di Idlib.
• Setelah Tujuh Tahun Berjuang, Suriah Rebut Kembali Kota Penting di Aleppo
“Pasukan Rusia akan terus mendukung Republik Arab Suriah ytang bertempur melawan teroris,” kata Peskov.
Ia menyesalkan situasi di Idlib, saat kelompok-kelompok teroris bersenjata masih terus berusaha melawan, angkat senjata, dan merusak kesepakatan Sochi terkait zona peredaan konflik.
Peskov menyampaikan penegasan itu merespon pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meminta Rusia mengakhiri dukungannya ke Suriah.
• Turki Kirim Pasukan Komando ke Suriah, Krisis Idlib Makin Menegangkan
Trump dalam pembicaraan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan, menyampaikan dukungan terbuka atas langkah Turki masuk Idlib.
Washington dan Ankara menyebut aksi ke Idlib bagian operasi kemanusiaan yang bisa mencegah terjadinya bencana kemanusiaan di Idlib.
Provinsi Idlib kini jadi kantong terakhir kelompok bersenjata yang melawan pemerintah Damaskus. Banyak petempur asing bercokol di wilayah ini, dengan dukungan banyak negara asing pula.
Kemenangan demi kemenangan kini diraih pasukan Suriah. Setelah membebaskan Aleppo, kini tentara Damaskus fokus mengepung Idlib.
Menyambut pembebasan Aleppo, Minggu lalu, Presiden Suriah Bashar Assad menyampaikan pidato nasional. Ia memuji tentara nasional negaranyaserta keberanian rakyat Aleppo.
Bashar menjanjikan akhir peperangan di Aleppo tidak berarti perang di Suriah berakhir. Suriah akan terus maju, merebut kembali tanah Suriah dari tangan teroris dan asing.