Setelah Tujuh Tahun Berjuang, Suriah Rebut Kembali Kota Penting di Aleppo

Setelah Tujuh Tahun Berjuang, Suriah Rebut Kembali Kota Penting di Aleppo

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
NET
Tentara Suriah 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT – Setelah tujuh tahun lepas, pasukan Suriah sukses merebut kembali Rashideen 4 di barat daya wilayah Gubernuran Aleppo.

Tujuh tahun lalu, atau 2013, kelompok pemberontak merebut wilayah itu dan sejak itu Suriah kehilangan control atas Rashideen.

Kota padat penduduk itu dikuasai secara penuh pada Selasa (11/2/2020) sore waktu setempat.

Dikutip dari situs berita Al Masdar News, gerak maju pasukan Damaskus didukung serangan udara jet Rusia dan Suriah.

Sebelum mencapai Rashideen 4, pasukan Suriah menggempur pertahanan kelompok bersenjata di Khan al-Assal.

Selain pasukan militer Suriah, serangan merebut kembali Rashideen 4 ini diperkuat kelompok bersenjata warga Palestina Suriah yang tergabung Liwa al-Quds.

Inilah Detik-detik Jatuhnya Helikopter Suriah yang Ditembak Pemberontak di Idlib

Setelah Tembak Jatuh Helikopter Suriah, Pemberontak Berusaha Rebut Kembali Saraqib

Dikuasainya Rashideen 4 oleh Pasukan Elite Tiger dan Liwa Al Quds menunjukkan kemajuan sangat signifikan upaya Damaskus mengontrol penuh Aleppo, dan kemudian Idlib.

Di dua wilayah besar ini masih bercokol kelompok teroris bersenjata, dan gerombolan bersenjata yang mendapat dukungan logistic serta senjata dari negara asing.

Setelah Rashideen 4, langkah berikutnya dinilai sangat berat, karena pasukan Suriah harus menghadapi kubu kuat teroris di Al-Mansoura, pinggiran barat ibukota Aleppo.

Di wilayah Maarat al-Nouman, Idlib, armada udara Rusia dan Suriah meluncurkan bom pintar ke kerumunan anggota kelompok pemberontak.

Sumber militer mengklaim, sekitar 60 orang anggota kelompok itu tewas, sebelum bergerak melakukan penyerangan ke pasukan Suriah di jalur antara kota Deir Sonbol menuju Maarat al-Nouman.

Informasi keberadaan kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham yang bersiap menyerang itu diperoleh pesawat intai Rusia.

Serangan preemtif oleh Rusia dan Suriah itu juga menghancurkan tak kurang 8 kendaraan pengangkut pasukan, termasuk kendaraan tempur yang dipasok militer Turki ke pemberontak.

Belum ada keterangan dari pihak independen, atau bukti-bukti lapangan yang memperkuat kebenaran klaim militer Suriah ini.(Tribunjogja.com/xna) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved