NATO Tak Punya Rencana Dukung Langsung Aksi Militer Turki di Idlib Suriah

Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak memiliki rencana mendukung langsung maupun tak langsung aksi militer Turki di Suriah

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar

Hal itu disampaikan Bashar Assad lewat pidato nasional yang diudarakan lewat televisi negara, Senin (17/2/2020) malam waktu setempat, atau dini hari WIB.

Secara khusus, Bashar menyampaikan pesan dan kesannya menyusul pembebasan hampir menyeluruh Provinsi Aleppo.

Ia memulai dengan memuji rakyat Aleppo yang teguh, percaya diri, yakin, berani dan bersedia berkorban.

Terbebasnya sebagian Aleppo pada 2016, menurut Bashar akan mengawali pembebasan menyeluruh wilayah itu.

Minggu (16/2/2020), pasukan Suriah sukses membersihkan bagian barat Aleppo dari penguasaan kelompok bersenjata.

Secara penuh, wilayah Kota Aleppo berhasil diamankan dari jangkauan grup-grup teroris yang memperoleh dukungan dari negara asing.

Keberhasilan itu dirayakan besar-besaran oleh penduduk Aleppo dan pasukan Suriah yang ditugaskan di garis terdepan.

Desa dan kota-kota kecil yang sejak 2012 jadi basis pertahanan pemberontak, telah kosong ditinggalkan. Mereka mundur ke barat atau utara Aleppo, mendekati perbatasan dengan Turki.

Kawasan-kawasan penting yang kini dikuasai pasukan pemerintah antara lain Al Zahra Association Quarter, Layramoun, Gedung Pusat Riset Sain dan Kafr hamra di barat laut ibukota.

Daerah terakhir yang dikuasai pemberontak dan berhasil direbut adalah Anadan Plain. Di deretan wilayah ini kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham (Front Nusra) pernah bercokol sangat lama.

Mereka secara rutin meluncurkan bom dan artileri ke pusat kota Aleppo. Daerah ini juga titi droping logistik perang dari Idlib maupun perbatasan Turki.(Tribunjogja.com/TASS/ AMN/Southfront.org/xna) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved