Yogyakarta

BPS DIY Terapkan Sensus Penduduk Online

Dengan metode ini, sensus dapat dilakukan dimana saja, tanpa proses berbelit, hanya memakan waktu 5-10 menit saja.

BPS DIY Terapkan Sensus Penduduk Online
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Terobosan baru diluncurkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DIY melalui sistem Sensus Penduduk Online (SPO) yang mulai diberlakukan per Sabtu (15/2/2020).

Dengan metode ini, sensus dapat dilakukan dimana saja, tanpa proses berbelit.

Kepala Seksi (Kasie) Statistik Kependudukan BPS DIY, Handani Murda menjelaskan, SPO diharapkan mampu meningkatkan peran aktif masyarakat.

Apalagi, sensus dapat dilakukan secara mandiri, dengan waktu yang relatif sangat singkat, berkisar 5-10 menit saja.

Sensus Penduduk 2020 Kini Pakai Online

"Sekarang kan semuanya serba online ya, kita tidak mau ketinggalan. Jadi, mulai tahun ini, BPS DIY mulai menerapkan sistem SPO itu, dengan melalui dua tahapan," katanya, Jumat (14/2/2020) siang.

Adapun tahapan tersebut dimulai dengan mengakses laman sensus.bps.go.id yang bergulir hingga 31 Maret mendatang.

Setelah itu, proses dapat berlanjut pada pengisian data, dengan menjawab 16 pertanyaan, yang berkaitan dengan sensus kependudukan.

"Wajib memasukkan NIK, nomor KK dan captcha dulu ya, kemudian ada pertanyaan seputar kependudukan, kondisi perumahan dengan lantai dari apa, sumber air minum, lalu pertanyaan tentang diri sendiri seperti umur, jenis kelamin dan pendidikan," jelasnya.

Ia memastikan, SPO ini tak akan membuat masyarakat kehabisan waktu di depan layar komputer, laptop, atau gadget-nya.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Sebab, waktu yang dibutuhkan sangatlah cepat, tanpa melewati birokrasi panjang, selama syarat yang diminta sudah tersedia semua.

"Ya, kalau NIK, KK, Kartu Nikahnya sudah ada, paling hanya butuh waktu 5-10 menitan saja untuk selesaikan SPO. Jadi, tipsnya ya persiapkan syaratnya saja dulu, biar nanti bisa cepat selesai," tuturnya.

Selanjutnya, untuk tahapan kedua meliputi pendataan sensus wawancara, pada 1-31 Juli.

Hal tersebut, guna mengantisipasi masyarakat yang belum tercakup SPO hingga batas akhir pada 31 Maret.

Khususnya, untuk kalangan lanjut usia yang tak melek teknologi.

"Jadi, tujuannya memang untuk mencatat, mendata rekan-rekan yang belum berpartisipasi dalam sensus penduduk online Bulan Maret," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved