Bantul

Diduga Imbas Cuaca Panas, Petani Tomat di Sanden Gagal Panen

Ratusan meter persegi lahan pertanian tomat di lahan pasir Desa Srigading Kecamatan Sanden mengalami gagal panen.

Diduga Imbas Cuaca Panas, Petani Tomat di Sanden Gagal Panen
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Slamet, petani tomat di lahan pasir Desa Srigading Sanden, menunjukkan buah tomat yang kondisinya kecil-kecil karena gagal panen 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ratusan meter persegi lahan pertanian tomat di lahan pasir Desa Srigading Kecamatan Sanden mengalami gagal panen.

Diduga imbas dari cuaca ekstrem yang belakangan terjadi. Akibatnya, petani menanggung kerugian hingga belasan juta rupiah.

"Kalau dihitung berdasarkan ongkos pembuatan instalasi pertanian, bibit, dan tenaga. Kerugian bisa mencapai belasan juta rupiah," kata Slamet, Petani Srigading, ditemui dilahan pertanian tomat yang gagal panen, Jum'at (7/2/2020)

Pada musim tanam ini, Slamet mengaku menanam tomat dilahan pasir seluas 4.000 meter persegi. Dari luasan lahan tersebut ada sekitar 3.000 bibit tanaman. Bibit sebanyak itu ternyata tumbuh tidak sesuai dengan harapan.

Cabai di Pantai Selatan Bantul Diserang Hama Patek, Membusuk, dan Gagal Panen

Tanaman tomat tumbuh dengan kondisi daun keriting.

Sebagian bahkan kondisinya layu dan menguning.

Buah tomat yang dihasilkan juga tidak seperti buah pada umumnya.

Cenderung lebih kecil.

"Kalau kondisi normal, satu bedeng bisa panen sampai 25 kilogram. Sekarang, satu bedeng cuma 3 kilogram saja," keluh dia.

Slamet tidak mengetahui secara pasti mengapa tanaman tomat miliknya mengalami gagal panen.

Namun demikian, ia menduga, tanaman tomat gagal panen karena faktor iklim dan cuaca yang cenderung lebih panas dibanding biasanya.

Siswa MAN 1 Yogya Ciptakan Alat Pendeteksi Kualitas Telur Otomatis Berbasis Konveyor & Sensor Cahaya

Pada awal tanaman tomat mulai tumbuh, kata dia, lahan pasir mengalami suhu panas mencapai 35 derajat celcius.

Suhu panas tersebut mengakibatkan serabut halus yang ada di akar tanaman gosong.

Akibatnya, asupan nutrisi yang seharusnya mengalir untuk batang berkurang.

"Jadi tanamannya banyak yang layu. Pertumbuhannya tidak maksimal," ucap dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved