Bantul

Cabai di Pantai Selatan Bantul Diserang Hama Patek, Membusuk, dan Gagal Panen

Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat buah cabai yang sudah merah siap panen, banyak yang membusuk dan akhirnya gagal pa

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Lahan pertanian cabai di pesisir selatan Bantul terserang Patek. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Harga cabai dipasaran sedang melambung tinggi. Namun, nyatanya tak membuat para petani senang.

Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat buah cabai yang sudah merah siap panen, banyak yang membusuk dan akhirnya gagal panen.

Salah satunya lahan pertanian milik Tri Yugo, di Gadingsari, Sanden, Bantul. Lahan seluas 900 meter persegi itu saat ini kondisinya layu. Ranting dan daunnya menguning. Buah cabai yang sebagian mulai memerah itu akhirnya mengering.

"Ini terserang hama patek. Jamur," kata Tri Yugo, saat ditemui sedang mencabut tanaman cabai miliknya, Selasa (28/1/2020).

Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional Bantul Kian Pedas, Tembus Rp 80 Ribu/kg

Tanaman cabai milik Tri Yugo memang sengaja dicabut. Ia berniat mengganti jenis tanaman baru, di lahan miliknya.

Selain itu, tanaman cabai yang sudah terkena patek itu menurutnya cepat sekali menyebar sehingga terpaksa harus dicabut agar tidak menyerang ke tanaman yang lain.

Patek atau disebut juga antraknosa merupakan penyakit yang menyerang pada tanaman.

Disebabkan oleh cendawan (Jamur). Umumnya, tanaman yang terserang Patek akan mengalami pembusukan di bagian kulit buah.

Jika dibiarkan, lama kelamaan buah tanaman tersebut akan membusuk.

"Awalnya memang ada titik - titik di bagian kulit buah cabai. Lama kelamaan membusuk, seperti ini," ucap Tri Yugo, sembari menunjukan cabai miliknya, yang terserang Patek.

Harga Meroket, BI DIY: Cabai Dijual Keluar

Diduga Karena Cuaca

Tri Yugo menduga tanaman cabai miliknya terserang hama Patek lantaran faktor cuaca.

Dimana belakangan ini sering turun hujan dan panas.

Awalnya, kata dia, hanya satu tanaman yang terserang Patek.

Kemudian dengan cepat menyebar ke tanaman lain.

Dalam hitungan hari, lahan pertanian cabai milik Yugo semuanya terserang.

"Patek ini menyebarnya sangat cepat. Bisa lewat angin," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved