Sleman

Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir

Kisaran harganya mulai dari Rp 2,500,00 sampai Rp 35,000,00. Kebanyakan pembelinya pun memesan untuk suvenir dalam acara pernikahan.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir - proses-pembuatan-barang-kerajinan-berbahan-pasir-di-rumah-arif-triyanta.jpg
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Proses pembuatan barang kerajinan berbahan pasir di rumah Arif Triyanta
Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir - pigura-istri-1.jpg
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Pigura foto, salah satu barang kerajinan kreasi Arif Triyanta yang mengandalkan bahan pasir, kulit kerang bekas, hingga kertas daur ulang
Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir - arif-triyanta.jpg
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Sosok Arif Triyanta, perintis kerajinan berbahan pasir di Dusun Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Ia juga menjalankan usaha pembuatan tenun yang menjadi tradisi warga Gamplong

Tampilannya pun terlihat cantik dan mewah, belum lagi dengan aksen kerang di tepinya seperti pada produk pigura foto.

Setiap bulannya, Arif mampu memproduksi 2,500 sampai 3,000 barang kerajinan dengan dibantu oleh 3 sampai 5 karyawan di rumah.

"Barang kerajinannya sendiri terbuat dari bahan daur ulang, seperti kertas dan kulit kerang," katanya.

Warga Bantul Ajak Tetangga Sekitar Tekuni Kerajinan Macrame

Berkat kreativitasnya tersebut, Arif mampu menjangkau pasar hingga tingkat nasional.

Bahkan barangnya sudah dipajang secara rutin di sejumlah supermarket yang ada di Jawa Tengah.

Kisaran harganya mulai dari Rp 2,500,00 sampai Rp 35,000,00. Kebanyakan pembelinya pun memesan untuk suvenir dalam acara pernikahan.

Arif berharap kerajinan yang ia buat mampu mendukung usaha tenun tradisional yang telah lama berjalan di Gamplong.

Menurutnya, kreativitas yang sudah ia lakukan sejak lama itu terbukti mampu meningkatkan kunjungan ke desa wisata tersebut, terutama dari kalangan pelajar yang tertarik belajar membuatnya.

"Saya merasakan banyak dampak positif dari produksi kerajinan ini," kata Arif yang juga menjalankan usaha tenun tradisional khas Gamplong ini.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved