Sleman

Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir

Kisaran harganya mulai dari Rp 2,500,00 sampai Rp 35,000,00. Kebanyakan pembelinya pun memesan untuk suvenir dalam acara pernikahan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir - proses-pembuatan-barang-kerajinan-berbahan-pasir-di-rumah-arif-triyanta.jpg
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Proses pembuatan barang kerajinan berbahan pasir di rumah Arif Triyanta
Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir - pigura-istri-1.jpg
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Pigura foto, salah satu barang kerajinan kreasi Arif Triyanta yang mengandalkan bahan pasir, kulit kerang bekas, hingga kertas daur ulang
Awalnya Iseng, Arif Kini Sukses Produksi Suvenir Berbahan Pasir - arif-triyanta.jpg
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Sosok Arif Triyanta, perintis kerajinan berbahan pasir di Dusun Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Ia juga menjalankan usaha pembuatan tenun yang menjadi tradisi warga Gamplong

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasir merupakan salah satu jenis bahan alam yang mudah ditemukan.

Bahan ini pun umumnya hanya digunakan untuk keperluan pembangunan gedung.

Namun, bagaimana jika pasir dijadikan sebagai bahan untuk membuat berbagai barang kerajinan?

Hal itulah yang dilakukan oleh Arif Triyanta, pemilik usaha Sriti Production di Dusun Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman.

"Awalnya cuma iseng saja, waktu membuat kerajinan dari sampul buku jadi pigura untuk foto," tutur Arif saat ditemui Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

Terobosan Baru Balai Besar Kerajinan dan Batik, Ciptakan Batik Anti Bakteri

Setelah cukup lama menggeluti produksi kerajinan dari sampul buku berwarna cokelat, Arif kemudian tertarik mengembangkan bahan kerajinan berbahan pasir.

Pasir tersebut terutama dijadikan bahan pelapis luar untuk berbagai barang, mulai dari tempat pensil, pigura, kotak kado, boks tisu, hingga boks untuk buku-buku.

Pasir yang ia gunakan bukan jenis sembarangan. Arif mendapatkannya dari para pengepul batu2 di Pacitan dan Cilacap.

"Pasir yang saya gunakan jenis bijih besi, pasir Merapi, sampai pasir putih," jelasnya.

Kisah Seniman Difabel yang Setia Tekuni Kerajinan Barongsai di Kota Magelang

Tribunjogja.com pun sempat mengintip pembuatan barang kerajinan berbahan pasir tersebut.

Prosesnya dilakukan di kediaman Arif sendiri, persisnya di belakang rumah.

Pasir yang sudah dicuci bersih dan disaring hingga halus dibalurkan ke barang kerajinan dengan cara disiramkan ke sisi-sisinya.

Bagian tersebut sebelumnya sudah diberi lem agar pasir bisa menempel.

Selanjutnya sejumlah pegawai lain akan merapikan dan mengemasi barang-barang kerajinan tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved