Pendidikan
Mahasiswa Doktoral UAD Ceritakan Kondisi Terkini di China
Ia menuturkan, Pemerintah China telah memberikan instruksi kepada kampus-kampus maupun pusat-pusat pelayanan publik untuk sigap menangani penyebaran v
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM - Sepekan terakhir, China mengalami kondisi luar biasa di mana penyebaran Novel Corona Virus (2019-nCoV) yang terpusat di kota Wuhan, Provinsi Hubei terjadi dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, Pemerintah China menutup akses masuk dan keluar di 14 kota di Provinsi Hubei untuk memperlambat penyebaran virus tersebut.
Berdasarkan informasi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan, ada sebanyak 244 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, di mana sebanyak 93 orang mahasiswa belajar di Kota Wuhan.
Di antara jumlah tersebut, ada tiga orang mahasiswa doktoral dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
• 4 Berita HOAX Seputar Virus Corona, Menular via Ponsel Xiaomi hingga Pengobatan dengan Bawang Putih
Ketiganya telah pulang ke Indonesia bersama dengan delapan mahasiswa doktoral lainnya dari UAD yang kuliah di kota Nanjing, Shanghai, maupun Harbin.
Lalu, dua orang mahasiswa doktoral lainnya dari UAD yang kuliah di Chongqing dan Kunming, Yunnan masih tinggal di China.
Salah satu mahasiswa doktoral dari UAD yang masih tinggal di Kunming yakni Adhita Sri Prabakusuma.
Adhita merupakan dosen Teknologi Pangan FTI UAD yang tengah menempuh studi S3 di Yunnan Agricutural University, Kunming, Yunnan, China.
Ia menuturkan, Pemerintah China telah memberikan instruksi kepada kampus-kampus maupun pusat-pusat pelayanan publik untuk sigap menangani penyebaran virus tersebut.
• Wabah Virus Corona, WHO Segera Tetapkan Status Darurat Kesehatan Global
"Pihak pemerintah lokal telah banyak menutup akses transportasi antar kota dan memperketat pemeriksaan kesehatan orang yang keluar masuk kota," ujarnya dalam keterangan tertulisnya Kamis (30/1/2020).
Rumah sakit-rumah sakit lokal juga disiagakan untuk menerima pasien yang suspect terinvensi virus.
Lanjut dia, pihak kampus juga memperketat arus keluar masuk mahasiswa yang tinggal di asrama.
Selain itu juga membagikan masker standar, pemeriksaan suhu badan secara rutin, menyediakan logistik di dalam kampus secara kontinyu dan mendata semua perubahan kesehatan yang terjadi pada setiap mahasiswa internasional.
Lanjutnya, khusus untuk mahasiswa internasional yang tinggal di luar asrama, diimbau untuk tetap berada di dalam apartemen, menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan orang-orang di lokasi-lokasi terdampak, serta menghindari pusat-pusat keramaian untuk sementara waktu.
• UPDATE VIRUS CORONA : 7000 Terpapar Coronavirus dan 170 Orang Meninggal di China
"Pemerintah pusat telah berusaha dengan keras membangun rumah sakit khusus untuk perawatan pasien terinfeksi virus tersebut dengan kapasitas 1.000 orang dalam waktu enam hari, membersihkan lokasi-lokasi yang dinilai menjadi pusat penyebaran virus, dan memformulasi antivirus yang tepat," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/adhita-dosen-teknologi-pangan-fti-uad-yang-tengah-menempuh-studi-s3.jpg)