Bisnis

DP3 Sleman Ungkap Cabai Sleman Banyak Terserap ke Luar Daerah

Meski ada pedagang lokal yang membeli, sebagian besar komoditi cabai yang dijual di pasar lelang jatuh ke pedagang besar dari Jakarta dan Sumatera.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Harga cabai masih melambung, namun dari kondisi ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mendata bahwa produk cabai dari Sleman justru terserap ke luar daerah.

Kepala DP3 Sleman Heru Saptono menjelaskan sebagian besar komoditi cabai yang dijual di pasar lelang, dan meski ada pedagang lokal yang membeli, namun kebanyakan pedagang besar berasal dari Jakarta dan Sumatera.

Heru memaparkan, cabai hasil budidaya petani Sleman ditampung di pasar lelang dan 14 titik kumpul yang tersebar di Kecamatan Tempel, Turi, Ngaglik, Kalasan, Pakem, Ngemplak, dan Prambanan.

Pedagang pun dapat mengambil cabainya langsung dari titik kumpul.

Kendalikan Harga, Disperindag Sleman Kembangkan Pengolahan Cabai

"Keunggulan sistem pasar lelang ini, kita bisa terapkan one price one region sekaligus memotong mata rantai tengkulak," ujarnya.

Meski diprediksi baru sekitar satu atau dua bulan lagi harga cabai turun, Heru memandang tidak perlu dilakukan operasi pasar.

Karena ia optimis dalam waktu dekat stok cabai akan bertambah.

"Cabai yang ditanam dengan metode tadah hujan mungkin akan segera panen," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan, tingginya harga cabai turut dipengaruhi faktor cuaca.

Di mana beberapa pekan lalu, wilayah Jawa Barat yang dikenal sebagai sentra cabai dilanda banjir sehingga mengakibatkan tanaman cabai gagal panen.

"Kondisi ini berimbas dengan melonjaknya harga cabai hampir di semua daerah. Harga cabai di Sleman juga tergantung dengan harga tingkat nasional. Di Jakarta pun naik harganya," ujarnya.

Adapun harga cabai di pasar lelang Bunder Pakem masih stabil tinggi.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Jenis rawit Kencana rata-rata Rp 66.000/kg, sedangkan rawit Ori Rp 67.000/kg.

Untuk cabai keriting, harganya Rp 32.500/kg.

Ia menambahkan, meski produksi cabai dalam kondisi off season, namun barang yang dilelang di pasar tersebut masih mampu menembus kisaran angka 1,5-3 ton.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved