Longsor di Magelang

BREAKING NEWS: Tebing Longsor dan Belasan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Magelang

Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Kesingan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Minggu (26/1/2020) kemarin.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Hujan disertai angin kencang melanda wilayah Borobudur dan Pakis menyebabkan pohon tumbang yang merusak belasan rumah, menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan setempat, Minggu (26/1/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Kesingan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Minggu (26/1/2020) kemarin.

Tebing setinggi 15 meter longsor dan mengenai rumah warga setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengatakan, kejadian terjadi pada Minggu (26/1/2020) sekitar pukul 17.00 WIB sore hari.

Hujan lebat mengguyur wilayah Dusun Kesingan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, sejak pukul 13.00 WIB.

Curah Hujan Tinggi, 5 Titik Longsor dan Sungai Meluap di Kota Magelang

Tiba-tiba saja, tebing setinggi 15 meter dengan panjang 10 meter di samping rumah milik Kamsu (72), warga setempat, longsor, pukul 17.00 WIB sore hari.

Material longsor menimpa pagar rumah milik korban dengan ketebalan material 1-5 meter sepanjang delapan meter.

"Hujan mengguyur sejak siang hari di Kecamatan Pakis. Sampai akhirnya terjadi longsor tebing di samping rumah milik warga setempat. Material menimpa pagar rumah saja, hingga jebol pada bagian bawah," tutur Edy, Senin (27/1/2020).

Dampak kejadian longsor tersebut, pagar rumah milik Kamsu mengalami kerusakan.

Pagar rumah jebol di bagian bawah.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Material longsor tidak sampai merusak rumah, hanya saja material longsor menimbun sisi samping rumah.

"Dimensi longsor dengan tebal material 1 – 5 meter sepanjang 8 meter. Material tersebut menyebabkan pagar rumah korban terdorong material hingga jebol pada bagian bawah," kata Edy.

Pihak BPBD Kabupaten Magelang, TNI, Polri, Pemerintah Desa setempat, Relawan dan masyarakat melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor.

Alat berat diminta bantuan untuk memangkas atau menata tebing karena tebing yang berpotensi dapat longsor kembali.

"Kami langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemdes. Droping barang logistik untuk kerja bakti. Penanganan tanah longsor oleh BPBD Kabupaten Magelang, TNI,POLRI,Pemdes,Relawan dan Masyarakat. Hasil koordinasi antara pemilik tanah dan pemilik rumah, alat berat akan menata tebing agar tidak mengancam dan longsor kembali," tutur Edy.

Curah Hujan Tinggi, 5 Titik Longsor dan Sungai Meluap di Kota Magelang

Angin Kencang Rusakkan Rumah Warga

Selain longsor, di hari yang sama juga terjadi bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Borobudur dan Pakis.

Ada tiga titik di Kecamatan Borobudur yakni Dusun Tamanan, Desa Borobudur; Dusun Kedungrengit, Desa Tegalarum; Dusun Kurahan, Desa Karangrejo. Dusun Pakis Tengah dan Pakis Kidul, Desa Pakis, Kecamatan Pakis.

Hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut, menyebabkan pohon tumbang yang merusak belasan rumah, menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan setempat.

Dampak bencana paling banyak di Kecamatan Pakis, Dusun Pakis Tengah dan Kidul, dimana terdapat 18 rumah rusak ringan dan satu fasilitas umum yang rusak ringan.

Sementara di Dusun Tamanan, Desa Borobudur, pohon tumbang menutup akses jalan dan telah dilakukan penanganan.

Longsor di Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul Rusak Satu Rumah

Dusun Kedungrengit, Desa Tegalarum, pohon tumbang menimpa rumah warga setempat.

Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, pohon tumbang menimpa jaringan listrik.

"Bencana angin kencang terjadi di beberapa tempat, menyebabkan sejumlah rumah rusak, jaringan listrik, dan menutup akses jalan. Angin kencang juga mengakibatkan atap rumah warga berhamburan di wilayah Kecamatan Pakis," kata Edy.

Penanganan pun langsung dilaksanakan bersama BPBD, TNI, Polri, relawan dan masyarakat.

Material rumah yang rusak dibersihkan.

Bantuan logistik untuk kerja bakti disalurkan. BPBD pun mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi saat cuaca ekstrim. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved