Breaking News:

UPDATE Wabah Virus Corona, 1 Orang Kanada Diduga Terjangkit Virus, 56 Pasien Meninggal di China

Penyebaran Virus Corona dari Wuhan, China seperti tak terbendung. Hingga artikel ini ditulis, Minggu (26/01/1990) pukul 10.30, tercatat ada 56 pasien

AFP via Getty Images
Anggota staf medis yang mengenakan pakaian pelindung untuk membantu menghentikan penyebaran virus mematikan 

Pasien itu pun langsung dikarantina agar tak menyebarkan virus di negara tersebut.

Sementara, Virus Corona sendiri terdeteksi ada di tubuh seorang perempuan Amerika Serikat berusia 60-an yang telah kembali ke Chicago dari Wuhan di Cina 

Melansir BBC, perempuan itu berada di ruang isolasi di rumah sakit dan stabil, kata pejabat negara.

Pengunjung mengenakan masker di sebuah klinik kesehatan di Wuhan China. Coronavirus yang misterius menyebar dari daerah ini, korban 2 orang meninggal.
Pengunjung mengenakan masker di sebuah klinik kesehatan di Wuhan China. Coronavirus yang misterius menyebar dari daerah ini, korban 2 orang meninggal. (IST/Al Jazeera)

Pasien merasakan gejala setelah dia kembali ke rumah dan dirawat di rumah sakit di mana langkah-langkah pengendalian infeksi diambil untuk mengurangi risiko penularan ke orang lain.

Pejabat kesehatan di Chicago mengatakan pihaknya sedang menyelidiki lokasi di mana pasien ini pergi setelah kembali ke Illinois dan mengidentifikasi setiap kontak dekat yang mungkin terpapar.

Kasus infeksi pertama di Amerika Serikat terdeteksi pada 21 Januari di negara bagian Washington. Saat itu, ada seorang pria yang baru saja kembali dari Wuhan.

Pada hari Kamis, pejabat negara bagian Washington mengatakan mereka memantau 43 orang yang dianggap cukup dekat dengan pasien untuk melihat gejala Virus Corona. 

wsj.com, 5 langkah penyebaran virus corona dari inang hewan ke manusia
wsj.com, 5 langkah penyebaran virus corona dari inang hewan ke manusia (wsj.com)

Pasien pertama, seorang pria berusia 30-an, hanya diizinkan melakukan kontak terbatas dengan staf rumah sakit dan sedang diperiksa oleh robot, kata para dokter.

Robot ini memiliki kemampuan untuk memeriksa tanda-tanda vital pasien dan memiliki kamera video. Itu diciptakan oleh staf medis di dalam ruang terisolasi unit patogen rumah sakit.

Sejauh ini 16 dokter dan perawat yang berinteraksi dengan pria itu di Pusat Medis Regional Providence di Everett mengungkapkan pasien tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, kata Dr George Diaz, kepala seksi penyakit menular di rumah sakit.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved